
Patrolmedia.co.id, Batam – Razia knalpot brong terus digalakkan Polresta Barelang. Setidaknya 54 motor yang dimodifikasi menggunakan knalpot bising alias tidak standar, berhasil diamankan.
Puluhan motor yang diamankan diketahui tak memiliki Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan surat-surat kendaraan.
Kabag Ops Polresta Barelang Kompol Z.A.C Tamba mengungkap, Polresta Barelang setidaknya mengamankan 29 unit motor.
Sementara, Polsek jajaran juga turut mengamankan sejumlah kendaraan diantaranya Polsek Batam Kota sebanyak 18 unit dan Polsek Lubuk Baja 7 unit.
“Total kendaraan bermotor yang diamankan berjumlah 54 unit,” ungkap Tamba, usai patroli gabungan Cipta Kondisi (Cipkon) di sejumlah lokasi di Batam pada Minggu, (1/12/24) dini hari.
Ia mengatakan, patroli gabungan rutin digelar setiap malam minggu atau biasa disebut Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).
Hal ini bertujuan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, khususnya malam hari.
“Kami (Polresta Barelang) terus memperkuat komitmen dalam memberantas aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong yang kerap menimbulkan gangguan di masyarakat,” kata Tamba.
Operasi Cipkon melibatkan sejumlah personel berbagai satuan fungsi seperti Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Res Narkoba, Sat Lantas, Provos, Sat Binmas, Sat Samapta dan Sihumas.
Razia knalpot brong berskala besar tersebut tak hanya menindak pengendaranya, tetapi juga mengedukasi ke remaja yang terlibat aksi balap liar.
“Cipkon ini juga melibatkan penggunaan tilang elektronik (ETLE) mobile untuk memastikan proses penindakan berjalan dengan efisien,” katanya.
Disamping itu, Tamba juga memberi kesempatan kepada pemilik kendaraan untuk mengambil motornya kembali dengan syarat membawa identitas lengkap.
“Khusus bagi pelajar SMA, orang tua dan guru akan dipanggil sebagai pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang, terutama penggunaan knalpot brong yang tidak sesuai peraturan,” ucap Tamba.
Tamba pun mengimbau kepada para orang tua agar lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak mereka berkeliaran di malam hari, terutama saat menggunakan motor berknalpot brong.
“Melalui Cipta Kondisi dan patroli antisipasi kerawanan, kami berharap masyarakat bisa lebih aman dalam beraktivitas di malam hari,” imbuhnya.
(EN/Red)






















