Wisatawan Asal Padang Pariaman Tewas Setelah Tergelincir di Air Terjun Robo Harau, Area Wisata Ditutup Sementara

Panbil Mall

Seorang wisatawan bernama Windy Rahma Putri, 25 tahun, asal Padang Pariaman, ditemukan meninggal dunia setelah tergelincir saat berada di Air Terjun Robo Harau, Nagari Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, pada Kamis, 15 Oktober 2026, sekitar pukul 15.45 WIB. Korban sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan tim SAR gabungan di area sekitar 570 meter dari titik awal kejadian.

Peristiwa itu terjadi ketika Windy datang bersama lima temannya untuk berlibur dan menikmati suasana objek wisata tersebut. Berdasarkan rekaman yang beredar, rombongan sempat berada di sekitar bebatuan dekat air terjun. Sejumlah teman korban duduk di tepi batu, sementara Windy terlihat berbaring di jalur air. Aktivitas mereka awalnya berlangsung normal, bahkan sempat diabadikan dalam kamera.

Situasi berubah dalam hitungan detik. Windy diduga tergelincir dan jatuh ke bagian bawah air terjun, lalu terseret arus. Setelah kejadian itu, korban tidak lagi terlihat sehingga teman-temannya berupaya meminta bantuan. Informasi mengenai insiden tersebut kemudian diteruskan hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah Limapuluh Kota melaporkannya ke Kantor SAR Padang pada pukul 17.27 WIB.

Menindaklanjuti laporan itu, lima personel Pos SAR Limapuluh Kota langsung diberangkatkan ke lokasi. Pencarian dilakukan bersama unsur gabungan hingga malam hari, namun operasi sempat dihentikan pada pukul 21.30 WIB. Medan yang terjal, bebatuan yang licin, serta minimnya penerangan menjadi kendala utama di lapangan. Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan harinya, Jumat, 16 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB.

Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik menjelaskan, pada tahap lanjutan tim menyisir area dengan fokus pencarian di sekitar lokasi kejadian perkara hingga radius kurang lebih 570 meter. Operasi dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit pada dua sektor penjelajahan. Lebih dari 100 personel gabungan ikut menyisir aliran air dan area bebatuan di sekitar air terjun.

Korban akhirnya ditemukan pada pukul 10.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Lokasinya berada di sela-sela bebatuan di tingkat ketujuh air terjun, tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan hilang. Setelah ditemukan, jasad Windy dievakuasi ke posko sebelum dibawa ke rumah duka. Abdul Malik menyebut, tim di lapangan langsung melakukan proses evakuasi begitu korban berhasil ditemukan.

Usai insiden tersebut, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota memutuskan menutup sementara objek wisata Air Terjun Puncak Robo di Nagari Harau, Kecamatan Harau. Kapolsek Harau AKP Yusmedi mengatakan penutupan dilakukan setelah koordinasi dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota serta perangkat Nagari Harau. Menurut dia, kawasan itu akan dikaji ulang sampai ada pembentukan Pokdarwis yang permanen dan pengelolaan yang lebih tertib, termasuk penyusunan SOP serta sistem keselamatan bagi pengunjung.