Umi Pipik akhirnya buka suara soal kabar bohong yang menyeret namanya ke isu pernikahan dengan pendakwah Ustaz Maulana. Selain membantah rumor itu, ia juga menceritakan pengalaman lucu ketika pertama kali mengetahui kabar tersebut, justru dari reaksi anak-anaknya di grup keluarga. Isu ini sebelumnya sempat ramai di publik, memicu spekulasi, lalu diluruskan langsung oleh Ustaz Maulana dan Umi Pipik.
Dalam penjelasannya, Ustaz Maulana menegaskan bahwa informasi yang menyebut dirinya menikah dengan Umi Pipik tidak benar. Ia juga menduga kabar itu dibuat dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Umi Pipik pun sejalan dengan pernyataan tersebut dan menyebut rumor itu sebagai hoaks. Ia menanggapinya dengan tenang, sambil menyinggung bahwa sosok almarhum Ustaz Jefri Al Buchori masih sulit tergantikan di hatinya.
“Hoax, pesonanya almarhum (Ustaz Jefri Al Buchori) belum ada yang menggantikan deh. (Kemungkinan menikah lagi) gimana Allah aja,” ujar Umi Pipik, dikutip dari YouTube TRANS7 Official pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Di balik bantahan itu, Umi Pipik mengungkap kisah yang menurutnya cukup menggelitik. Saat kabar tersebut mulai beredar, ia sedang berada di Pontianak untuk menjalankan kegiatan dakwah. Namun, kepulangannya tertunda karena kabut asap yang tebal membuat sejumlah penerbangan terganggu. Ia mengatakan, seharusnya sudah kembali lebih cepat karena ada agenda ceramah di tiga lokasi di Sukabumi keesokan harinya.
Masalah perjalanan itu membuatnya belum bisa pulang sesuai rencana. Bahkan keesokan harinya, ia masih belum dapat terbang karena kondisi udara dan operasional penerbangan belum normal. Di tengah situasi tersebut, sebuah video berita yang membahas isu pernikahannya masuk ke ponselnya. Sayangnya, sinyal internet yang buruk membuat video itu tidak langsung bisa diputar dengan lancar, sehingga ia belum paham isi kabar yang sedang ramai dibicarakan.
Yang membuatnya makin heran, para anaknya justru sudah lebih dulu ramai bereaksi di grup keluarga. Mereka disebut tertawa dan mengirim emotikon lucu, sementara Umi Pipik masih kebingungan melihat respons itu. Ia kemudian bertanya kepada manajernya tentang apa yang sedang terjadi. Dari sana, barulah ia mengetahui bahwa berita itu ternyata sudah sampai ke sejumlah jemaah, termasuk jemaah dari Hongkong yang ikut menanyakan kebenarannya.
Setelah membuka pesan dan melihat isi pemberitaan itu, Umi Pipik mengaku spontan kaget dan langsung mengucap istigfar. Ia menilai kabar tersebut sebagai informasi yang tidak masuk akal dan tidak berdasar. Cerita itu sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah rumor bisa cepat menyebar, bahkan sebelum tokoh yang disebut dalam kabar tersebut mengetahui isinya secara utuh.























