Batam  

Pangkas Birokrasi Rumit, Pemko Batam Luncurkan Tim Cakalang untuk Nelayan Pesisir

Pemko Batam Luncurkan Cakalang
Simbolis, Amsakar menyerahkan bantuan sarana dan prasarana perikanan di peluncuran Tim Cakalang di Pulau Kasu, Belakang Padang, Selasa (22/9/2026). (Foto: Ist)

Pemko Batam Luncurkan Cakalang

Pemko batam luncurkan cakalang
Amsakar tiba di Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Selasa (22/9/2026). (Foto: Ist)

“Program ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun dari tingkat kelurahan dan desa,” kata Amsakar.

​Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengungkap alasan utama pembentukan Tim Cakalang.

Dari 7.224 kapal (ukuran 0–5 GT) di Batam, baru 898 kapal yang punya dokumen rekomendasi resmi BBM dari BPH Migas.

Selama ini, nelayan harus bolak-balik mengurus banyak dokumen ke berbagai instansi yang terpisah, mulai dari:

  • ​Surat tukang di kelurahan/kecamatan.
  • ​E-Pas Kecil di KSOP Batam atau Tanjungbalai Karimun.
  • ​NIB di PTSP.
  • ​E-BKP di Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kepri.
  • ​Surat rekomendasi di Dinas Perikanan Batam.

​”Tim Cakalang menggabungkan seluruh unsur terkait untuk turun langsung ke pulau-pulau. Nelayan tidak perlu lagi jauh-jauh mengurus dokumen ke kota,” kata Yudi.

Sepanjang tahun 2026, Tim Cakalang dijadwalkan turun 6 kali ke wilayah hinterland seperti Pulau Kasu, Pulau Terong, Bulang, dan Galang.

Targetnya, 1.500 surat rekomendasi terbit hingga Desember 2026.

​Khusus di Pulau Kasu, 50 nelayan penerima mesin ketinting bisa mengurus dokumen kapalnya di tempat pada hari yang sama.

 

Editor: Iyan