Pelabuhan Batam Makin Sibuk, Arus Peti Kemas Tembus 542 Ribu TEUs, Naik 8,2%

Pelabuhan Batam
Penampakan kapal kontainer bermuatan peti kemas di pelabuhan Batam. (Foto: ist)
Pelabuhan Batam semakin sibuk
Aktivitas bongkar muat: alat berat dermaga (quay crane) memindahkan peti kemas ke truk pengangkut (terminal tractor) di area Pelabuhan Batam. (Ist)

“BP Batam terus mempererat sinergi dengan unsur CIQP serta para asosiasi maritim agar seluruh proses kepelabuhanan berjalan makin cepat, terukur, dan akuntabel,” sambungnya.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano mengatakan capaian tersebut menunjukkan adanya penguatan tata kelola dan optimalisasi aset kepelabuhanan.

Selain general cargo Batu Ampar yang sudah mencapai 102% dari target tahunan, realisasi peti kemas hingga Agustus mencapai 542.927 TEUs atau 72 persen dari target 750.000 TEUs.

“Kinerja positif yang melampaui 100% pada komoditas general cargo di Batu Ampar serta realisasi peti kemas yang on track membuktikan efektivitas transformasi tata kelola bisnis di lingkungan pengusahaan,” ujar Denny.

Sementara itu, Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni mengatakan penerimaan sektor kepelabuhanan hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp303,14 miliar.

Angka tersebut setara 61,85 persen dari target tahunan sebesar Rp490,15 miliar. Capaian itu masih dalam koridor target dan diproyeksikan meningkat pada kuartal IV 2026.

Dari sisi arus barang, volume peti kemas yang ditangani mencapai 542.927 TEUs atau tumbuh 8,2% secara tahunan. Sementara total bongkar muat general cargo mencapai 8.174.446 ton atau meningkat 8 persen.

“Terminal Umum Batu Ampar telah melampaui target tahunan dengan realisasi 1.376.034 ton atau mencapai 102 persen. Sedangkan Terminal Umum Curah Cair Kabil mencatatkan realisasi 2.792.750 ton atau 80 persen dari target,” kata Benny.

BP Batam selanjutnya akan memperkuat kinerja kepelabuhanan melalui peningkatan kapasitas layanan, optimalisasi aset, modernisasi fasilitas, dan penguatan kolaborasi antarlembaga.

Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing Pelabuhan Batam sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.

 

Editor: Erwin Syahril