BP Batam Kebut Pembangunan Jalan hingga Atasi 29 Titik Banjir Untuk Dorong Investasi

Titik Banjir Batam
BP Batam tengah mengerjakan jalan landing point fly over Simpang Laluan Madani yang progresnya sudah 39,194%. (Foto: Ist)
Titik Banjir Batam
Amsakar dan Li Claudia mengecek sejumlah proyek jalan dan penanganan titik banjir. (Foto: Ist)

Teknologi ini nantinya memungkinkan pemantauan titik lampu secara real time, terutama di ruas-ruas jalan utama Kota Batam.

Menurut Li Claudia, daya tarik investasi tidak hanya ditentukan oleh kemudahan berusaha dan ketersediaan infrastruktur.

“Kita juga harus memperhatikan bagaimana sebuah kota ditata, kebersihannya, kenyamanan lingkungannya, serta kualitas hidup masyarakatnya,” ujarnya.

Dengan pembangunan yang terintegrasi, Batam ditargetkan menjadi kota modern yang tertata.

Pada 2026, BP Batam menjalankan sejumlah program pembangunan infrastruktur. Dari 19 pekerjaan perbaikan jalan yang dilakukan, sebanyak 12 pekerjaan telah rampung.

Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian antara lain Melcem Batu Ampar, Simpang Kabil, kawasan Cendana-KDA, Green Nongsa Batu Besar, Kampung Belian, Sei Binti, Sei Lekop, Tiban, Sagulung hingga kawasan industri.

Beberapa di antaranya berada di Jalan Gadjah Mada depan Southlink dan jalan di atas underpass Jalan Yos Sudarso. Pekerjaan peningkatan jalan juga dilakukan di sejumlah titik, termasuk landing point Fly Over Sei Ladi menuju Fly Over Madani.

Selain jalan, BP Batam juga menangani 29 titik banjir. Penanganan dilakukan melalui peningkatan drainase, pembangunan saluran dan bangunan pelintas, serta pemeliharaan dan normalisasi saluran.

 

(Ipl/Ft)