Betta Burdigala Terancam Punah, TIMAH Perkuat Perlindungan Ikan Endemik Bangka

Komitmen PT TIMAH Tbk dalam Konservasi Ikan Endemik Bangka Belitung

PT TIMAH Tbk menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan mendukung penelitian terhadap ikan endemik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Program ini menjadi bagian dari upaya konservasi keanekaragaman hayati sekaligus menjaga keberlangsungan spesies lokal yang mulai terancam akibat perubahan lingkungan.

Dukungan diberikan kepada tim peneliti Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang yang sedang menjalankan riset mengenai biodiversitas dan konservasi ex-situ ikan endemik Bangka Belitung. Penelitian ini telah memasuki tahun keempat dengan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung atau The Tanggokers.

Fokus Penelitian pada Betta Burdigala

Ketua tim peneliti yang juga Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Helmizuryani, S.Pi., M.Si., menyatakan bahwa dukungan PT TIMAH membantu kelancaran penelitian, terutama saat pengambilan data di lapangan.

Selama empat tahun pelaksanaan riset, tim peneliti telah menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi serta menerbitkan dua buku yang membahas ikan endemik Pulau Bangka.

Saat ini penelitian difokuskan pada proses domestikasi dan pemijahan Betta burdigala, salah satu ikan endemik Pulau Bangka yang populasinya terus mengalami penurunan. Penelitian dilakukan untuk menemukan metode budidaya terbaik sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan dalam program pelepasliaran kembali ke habitat alami.

“Kalau penelitian ini berhasil, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan restocking sehingga populasi ikan endemik ini bisa kembali meningkat,” ujar Helmizuryani.

Kolaborasi untuk Menyelamatkan Spesies Terancam Punah

Helmizuryani menjelaskan Indonesia memiliki sekitar 49 spesies ikan cupang dari total 86 spesies yang ada di dunia. Beberapa di antaranya merupakan spesies endemik Bangka Belitung yang memiliki nilai ekologis sekaligus potensi ekonomi.

Menurutnya, perubahan fungsi lahan, rusaknya habitat alami, hingga pencemaran lingkungan menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidup ikan endemik tersebut.

Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Boby Muslimin, menyampaikan bahwa Betta burdigala kini telah masuk kategori Critically Endangered atau terancam punah berdasarkan daftar merah IUCN.

“Ikan ini sudah berada pada kategori kritis sehingga diperlukan upaya konservasi bersama, baik melalui perlindungan habitat, konservasi in-situ maupun ex-situ, serta pengembangan budidaya,” jelas Boby.

Ia menilai hasil domestikasi nantinya berpotensi mendukung program reklamasi yang dijalankan PT TIMAH melalui kegiatan restocking pada kawasan bekas tambang yang telah direhabilitasi. Namun, pelepasliaran tetap harus disesuaikan dengan karakter habitat asli ikan yang hidup di kawasan rawa gambut dangkal.

Kerja Sama dengan Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung

Sebelumnya, PT TIMAH juga menjalin kerja sama dengan Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung dalam mendukung penelitian serta penerbitan buku mengenai biodiversitas ikan tempalak atau wild betta endemik Pulau Bangka sebagai bagian dari upaya pelestarian spesies lokal.