Solusi Distribusi BBM Mendesak di Membalong: DPRD Babel dan Pertamina Bersinergi
BANGKA – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kecamatan Membalong, khususnya bagi masyarakat Desa Tanjung Rusa, Kabupaten Belitung, menjadi perhatian serius bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menanggapi keluhan dan keresahan masyarakat yang terdampak terhentinya distribusi BBM, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, beserta Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar pertemuan koordinasi dengan pihak PT Pertamina (Persero) pada Selasa, Juni 2026.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana konstruktif ini dihadiri oleh perwakilan Pertamina, yaitu Wicak, Rafi, dan Raka. Dari pihak DPRD Babel, turut hadir anggota Komisi III DPRD Babel seperti Taufik Rizani, Imelda, dan Dr. Zaril, bersama Wakil Ketua DPRD Babel Edi Nasapta. Fokus utama rapat adalah mencari solusi konkret dan percepatan distribusi BBM yang selama ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
Latar Belakang Masalah: Penutupan SPBU dan Dugaan Penyalahgunaan
Diskusi dalam rapat tersebut secara khusus membahas tindak lanjut atas terhentinya penyaluran BBM yang terjadi pasca penutupan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus nelayan di Desa Tanjung Rusa. Penutupan ini dilakukan seiring dengan adanya proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Dugaan kuat yang sedang diselidiki adalah terkait potensi penyalahgunaan distribusi solar atau BBM bersubsidi yang seharusnya disalurkan kepada masyarakat yang berhak.
DPRD Babel dalam kesempatan tersebut menegaskan posisi mereka yang mengutamakan kepentingan masyarakat. Ditekankan bahwa kebutuhan mendesak akan BBM, terutama bagi para nelayan dan pelaku usaha lokal di Membalong, tidak boleh terganggu dalam jangka waktu yang terlalu lama. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan percepatan penyaluran BBM melalui mekanisme yang telah ditetapkan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Komitmen Pertamina dan Langkah Percepatan Rekomendasi
Menjawab kekhawatiran DPRD dan masyarakat, pihak Pertamina menyatakan kesiapan penuh untuk melanjutkan kembali penyaluran BBM kepada masyarakat Membalong. Namun, proses ini masih memerlukan satu tahapan administrasi krusial. Pihak Pertamina menjelaskan bahwa kelanjutan penyaluran BBM ini sangat bergantung pada terbitnya surat rekomendasi dari Dinas Perikanan Kabupaten Belitung. Rekomendasi tersebut diperlukan untuk mengalihkan titik penyaluran BBM secara sementara, agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera dipulihkan dan aktivitas ekonomi kembali berjalan normal.
Menyadari urgensi situasi ini, dalam pertemuan tersebut dilakukan komunikasi langsung dengan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Ade Winarco. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses penerbitan surat rekomendasi yang sangat dinantikan tersebut. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung memberikan respons positif dan menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti kebutuhan administrasi ini demi kepentingan masyarakat.
Harapan dan Ajakan untuk Masyarakat
DPRD Babel memberikan apresiasi yang tinggi atas respons cepat dan kerja sama yang ditunjukkan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam upaya penyelesaian persoalan distribusi BBM di wilayah Membalong. Wakil Ketua DPRD Babel, Edi Nasapta, menyampaikan optimisme bahwa hasil pertemuan ini akan memberikan harapan nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, hasil pertemuan hari ini menghasilkan kesepahaman bahwa kebutuhan BBM masyarakat Membalong yang sempat terhambat akibat penyalur yang sedang dalam proses pemeriksaan dapat segera ditangani. Kami berharap masyarakat dapat bersabar beberapa waktu sampai proses penyaluran kembali benar-benar terealisasi,” ujar Edi Nasapta. Ia menambahkan bahwa DPRD Babel berharap seluruh proses administrasi yang diperlukan dapat segera diselesaikan sehingga penyaluran BBM kembali berjalan normal.
Lebih lanjut, DPRD Babel turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif. Ditekankan pentingnya memberikan ruang bagi proses hukum dan administrasi yang sedang berlangsung tanpa adanya gejolak yang dapat menghambat penyelesaian masalah.
Dengan adanya komitmen bersama yang kuat dari Pertamina, Pemerintah Kabupaten Belitung, dan DPRD Babel, diharapkan penyaluran BBM bagi masyarakat Membalong dapat segera terealisasi. Hal ini sangat krusial agar aktivitas masyarakat, terutama para nelayan yang menjadi tulang punggung ekonomi di wilayah pesisir, serta pelaku usaha lokal lainnya, dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya. Jaga stabilitas dan kelancaran ekonomi masyarakat menjadi prioritas utama dalam penyelesaian isu ini.


















