Nanik S Deyang: Jurnalis Senior Memimpin Gizi Nasional

Nanik S Deyang Ditunjuk Presiden Prabowo Pimpin Badan Gizi Nasional: Perjalanan Karier dari Jurnalis hingga Pengambil Kebijakan

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah resmi menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Keputusan ini menandai babak baru dalam perjalanan karier Nanik, seorang tokoh yang memiliki rekam jejak panjang dan beragam, mulai dari dunia jurnalistik yang kritis, keterlibatan aktif dalam arena politik, hingga peran strategis di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Dadan Hindayana.

Penunjukan ini merupakan bagian dari dinamika perombakan posisi strategis di lingkungan pemerintahan yang terus bergulir. Nanik S Deyang, yang sebelumnya telah memiliki pengalaman di lingkungan BGN sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, kini dipercaya untuk memimpin lembaga yang memegang peranan krusial dalam program gizi nasional. Mensesneg Prasetyo Hadi mengumumkan keputusan ini di kompleks Istana Kepresidenan, menegaskan mandat yang diberikan Presiden kepada Nanik untuk memimpin BGN.

Bersamaan dengan penunjukan Nanik S Deyang, turut diumumkan pula pemberhentian pejabat sebelumnya, Dadan Hindayana, dari pucuk pimpinan BGN. Selain itu, dua wakil kepala lembaga tersebut, Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, juga diberhentikan dari jabatannya.

Rekam Jejak Nanik S Deyang: Sinergi Antara Jurnalisme, Politik, dan Korporasi

Lahir di Madiun pada tanggal 3 Januari 1968, Nanik S Deyang memulai perjalanan profesionalnya di dunia media massa. Ia mengawali kariernya sebagai seorang jurnalis di Tabloid Bangkit, sebuah media yang berada di bawah naungan Kompas Gramedia. Selama berkarier di dunia pers, Nanik dikenal sebagai wartawati yang memiliki ketajaman analisis dan daya kritis tinggi terhadap berbagai isu sosial, ekonomi, dan politik yang berkembang di tanah air. Pengalamannya di ruang redaksi ini membentuk landasan kuat bagi pemahamannya terhadap dinamika masyarakat dan kebijakan publik.

Kiprahnya di dunia media terus berkembang hingga ia dipercaya untuk memimpin Kelompok Media Peluang (KMP). Pengalaman ini semakin memperkaya pemahamannya mengenai pengelolaan media dan strategi komunikasi.

Memasuki ranah politik praktis, Nanik S Deyang menunjukkan kedekatan emosional dan visi yang kuat dengan Presiden Prabowo Subianto. Hubungan ini telah terjalin cukup lama, terbukti dari perannya yang krusial sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur pada gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Keterlibatannya dalam tim pemenangan menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dan kesamaan pandangan strategis.

Kepercayaan tersebut kemudian berlanjut ke dalam struktur pemerintahan. Pada bulan Oktober 2024, Nanik dipercaya untuk mengemban posisi Wakil I Badan Pengentasan Kemiskinan untuk masa bakti 2024-2029. Jabatan ini memberinya pengalaman langsung dalam merancang dan mengimplementasikan kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.

Dinamika tugasnya kembali bergeser pada tanggal 17 September 2025, ketika ia ditarik ke dalam lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai Wakil Kepala BGN. Keputusan ini menunjukkan pengakuan atas kemampuannya dalam bidang komunikasi publik dan investigasi, yang merupakan aspek penting dalam pengelolaan program gizi. Dengan penunjukan terbarunya sebagai Kepala BGN, Nanik S Deyang kini akan memimpin langsung upaya-upaya strategis dalam meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia.

Selain aktif di lembaga pemerintah, Nanik S Deyang juga memiliki rekam jejak yang mentereng di sektor korporasi pelat merah. Saat ini, ia tercatat menduduki posisi sebagai Komisaris Independen di PT Pertamina (Persero), salah satu BUMN terbesar di Indonesia. Amanah di perusahaan energi nasional ini disahkan melalui Keputusan Menteri BUMN selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna PT Pertamina (Persero) dengan nomor surat keputusan resmi tertanggal 1Juni 2026 2025. Posisi ini menunjukkan kemampuannya dalam memberikan pandangan independen dan strategis dalam pengelolaan perusahaan besar.

Perjalanan karier Nanik S Deyang yang melintasi berbagai sektor, mulai dari jurnalisme, politik, hingga korporasi dan pemerintahan, memberikan perspektif yang unik dalam memimpin Badan Gizi Nasional. Pengalaman luasnya diharapkan dapat membawa inovasi dan efektivitas dalam program-program gizi yang dijalankan oleh lembaga tersebut, demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.