Etomidate: Zat Vape yang Muncul ke Permukaan

Bahaya Terselubung di Ujung Vape: Etomidate, Obat Bius yang Disalahgunakan

Dalam setahun terakhir, pihak kepolisian dan aparat penegak hukum semakin gencar menindak para penjual liquid vape yang diduga sengaja mencampurnya dengan Etomidate. Zat yang seharusnya menjadi komponen penting dalam dunia medis ini kini disalahgunakan untuk menciptakan sensasi ‘terbang’ atau euforia saat diisap melalui rokok elektrik. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kesehatan publik dan mendorong penegakan hukum yang lebih ketat.

Memahami Etomidate: Fungsi Medis dan Potensi Penyalahgunaan

Etomidate adalah obat anestesi intravena dengan durasi kerja singkat. Dalam praktik medis, obat ini sangat krusial untuk menginduksi hilangnya kesadaran secara cepat dan aman, menjadikannya pilihan utama sebelum pasien menjalani prosedur operasi atau selama operasi itu sendiri. Keunggulan Etomidate terletak pada kemampuannya untuk menjaga fungsi jantung dan pernapasan tetap stabil, bahkan pada pasien dalam kondisi kritis. Hal ini berbeda dengan obat bius lain yang berisiko menurunkan tekanan darah atau memperlambat detak jantung.

Mekanisme kerja Etomidate sangat bergantung pada penguatan zat kimia alami di otak yang dikenal sebagai GABA (gamma-aminobutyric acid). GABA berperan penting dalam menenangkan aktivitas saraf di otak. Ketika Etomidate memperkuat efek GABA, aktivitas otak melambat, menyebabkan tubuh menjadi tenang, tertidur, dan sementara waktu tidak merasakan sakit.

Namun, sifat penenang yang kuat inilah yang dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk tujuan rekreasi. Dengan mencampurkan Etomidate ke dalam liquid vape, mereka menciptakan efek psikoaktif yang diinginkan, yaitu sensasi “terbang” atau euforia yang singkat namun berbahaya. Penyalahgunaan ini mengabaikan dosis yang tepat dan pengawasan medis yang seharusnya menyertai penggunaan Etomidate.

Jejak Peredaran Etomidate: Dari Tiongkok Hingga Indonesia

Direktorat Intelijen Obat dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui laporan dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) mengidentifikasi bahwa jejak peredaran Etomidate dalam vape pertama kali terdeteksi di Tiongkok dan Hong Kong pada tahun 2023. Tren ini kemudian berlanjut dengan ditemukannya pabrik produksi ilegal di Bangkok, Thailand, pada tahun 2024.

Kini, masalah ini telah menyebar luas dan menjadi perhatian internasional. Kasus serupa dilaporkan terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, Kamboja, Makau, dan bahkan Selandia Baru, sebagaimana tercatat dalam laporan UNODC dan High Alert NZ pada tahun 2025.

Menyadari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan Etomidate, pemerintah Indonesia telah mengambil langkah tegas. Etomidate kini diatur secara ketat dan dimasukkan dalam undang-undang kesehatan. Penambahan Etomidate ke dalam rokok elektrik merupakan pelanggaran serius terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024, yang merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Pasal 432 ayat (1) dalam undang-undang tersebut secara jelas menyatakan:

“Setiap orang yang memproduksi produk tembakau dan rokok elektronik dilarang menggunakan bahan tambahan kecuali telah dibuktikan secara ilmiah bahwa bahan tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan.”

Aturan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat bahan tambahan yang tidak teruji keamanannya dalam produk tembakau dan rokok elektrik.

Dampak Mengerikan Jika Etomidate Disalahgunakan

Penyalahgunaan Etomidate di luar pengawasan medis dapat menimbulkan serangkaian dampak kesehatan yang sangat berbahaya dan berpotensi fatal.

  • Penekanan Fungsi Adrenal yang Mengancam Jiwa
    Salah satu efek paling mengkhawatirkan dari Etomidate adalah kemampuannya untuk menekan produksi hormon di kelenjar adrenal, terutama kortisol. Penekanan ini dapat terjadi bahkan setelah satu dosis tunggal dan efeknya bisa bertahan hingga 24 jam. Tubuh menjadi tidak mampu memproduksi kortisol, hormon stres esensial, yang dapat memicu syok adrenal. Kondisi ini sangat berbahaya dan berisiko menyebabkan kematian.

  • Gangguan Pernapasan yang Fatal
    Penyalahgunaan Etomidate dapat menyebabkan perlambatan laju napas yang signifikan, bahkan hingga terjadi henti napas sesaat. Kondisi ini sangat mengancam jiwa dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

  • Efek Psikotropika yang Tidak Stabil dan Berbahaya
    Pada dosis tertentu, Etomidate dapat memicu efek psikotropika seperti halusinasi atau pengalaman disosiatif (sensasi “keluar dari tubuh”). Namun, efek ini bersifat tidak stabil dan sangat berbahaya, dapat menyebabkan seseorang kehilangan kendali atas tindakan dan persepsinya.

  • Gejala Fisik Lainnya yang Mengkhawatirkan
    Selain efek-efek di atas, penyalahgunaan Etomidate juga dapat menimbulkan berbagai gejala fisik lain yang serius, antara lain:

    • Mual dan muntah hebat.
    • Kejang otot serta gerakan tubuh yang tidak terkendali dan tiba-tiba.
    • Kejang umum (meskipun jarang, risiko ini tetap ada pada individu tertentu).
    • Penurunan kesadaran yang berat.
    • Iritasi pada saluran pernapasan.
    • Gangguan koordinasi gerakan tubuh.
    • Perubahan tekanan darah (hipotensi), detak jantung lambat (bradikardia), atau detak jantung cepat (takikardia).

Risiko Tambahan Penggunaan Etomidate dalam Vape

Penggunaan Etomidate melalui rokok elektrik membawa risiko tambahan yang sangat serius, yang memperparah bahaya yang ditimbulkannya:

  • Kesulitan Kontrol Dosis dan Risiko Overdosis Tinggi
    Dalam bentuk cair yang dicampurkan ke dalam liquid vape, dosis Etomidate sangat sulit dikontrol. Pengguna tidak memiliki cara yang akurat untuk mengukur jumlah zat yang mereka hirup, sehingga risiko overdosis menjadi sangat tinggi. Overdosis Etomidate dapat menyebabkan depresi pernapasan yang parah dan koma.

  • Kerusakan Paru-paru yang Parah
    Menghirup partikel atau bahan kimia asing yang terkandung dalam liquid vape yang tercampur Etomidate dapat menyebabkan kerusakan serius pada jaringan paru-paru. Partikel-partikel ini dapat mengendap di saluran pernapasan dan alveoli, memicu peradangan dan kerusakan jangka panjang.

  • Pembentukan Zat Beracun Akibat Pemanasan
    Proses pemanasan liquid vape dapat mengubah struktur kimia Etomidate. Hal ini berpotensi membentuk zat-zat baru yang lebih beracun dan berbahaya ketika terhirup ke dalam paru-paru. Reaksi kimia yang terjadi selama pemanasan tidak terkontrol dan dapat menghasilkan produk sampingan yang tidak diketahui dampaknya bagi kesehatan.

  • Potensi Ketergantungan Psikologis
    Meskipun lebih jarang dibandingkan dengan zat adiktif lain seperti opioid, Etomidate tetap memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis. Pengguna dapat menjadi tergantung pada sensasi euforia yang ditimbulkannya, mendorong mereka untuk terus mencari dan menggunakan zat tersebut meskipun menyadari risikonya.

Fenomena penyalahgunaan Etomidate dalam vape ini menjadi pengingat penting akan perlunya kewaspadaan dan edukasi publik mengenai bahaya zat-zat terlarang yang disamarkan dalam produk yang populer. Penegakan hukum yang tegas dan kesadaran masyarakat adalah kunci untuk memberantas praktik berbahaya ini dan melindungi generasi muda dari ancaman kesehatan yang serius.