Perseteruan Erin dan Mantan ART Berdampak pada Anak-Anak
Kasus perseteruan antara Erin, mantan istri Andre Taulany, dengan mantan asisten rumah tangganya (ART) berinisial H, menunjukkan dampak yang sangat mendalam terhadap kehidupan keluarga Erin. Tidak hanya terkait tuduhan penganiayaan, namun anak-anak Erin juga merasa sangat terluka karena privasi mereka di dalam rumah dijadikan bahan konten tanpa izin.
Erin Wartia mengungkapkan bahwa ketiga anaknya—Dio, Kenzy, dan Lova—merasa sangat terganggu dengan unggahan-unggahan dari H di media sosial. Menurut Erin, hal ini menyebabkan rasa tidak nyaman dan trauma bagi anak-anaknya.
Anak Pertama: Dio yang Anti-Kamera
Putra sulung Erin, Dio, disebut sebagai pihak yang paling marah atas tindakan H. Erin menjelaskan bahwa Dio adalah pribadi yang sangat menjaga privasi dan tidak suka tersorot kamera. Namun, sang mantan ART justru mengambil fotonya secara sembunyi-sembunyi.
“Anak saya yang nomor satu itu dia anti-camera. Dia (eks ART) tahu Dio nggak suka kamera, tapi kenapa dia foto-foto diem-diem? Ini fotonya lewat jendela dari belakang. Terus diposting di Facebook,” ungkap Erin di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).
Erin menceritakan bahwa Dio sangat marah saat mengetahui momen pribadinya di dalam rumah disebar ke publik tanpa seizinnya.
“Anak saya marah, ‘Oh My God, ini privasi aku lho, kok (diginiin)’,” tutur Erin menirukan ucapan sang putra.
Anak Kedua: Kenzy yang Merasa Dipermalukan
Tidak hanya Dio, Kenzy Taulany juga menjadi korban konten sang mantan ART. Meski dikenal ramah, Kenzy merasa sangat dipermalukan dengan caption atau keterangan foto yang ditulis oleh H.
H diketahui mengunggah foto Kenzy dengan kalimat yang dianggap vulgar dan tidak pantas, yakni menyinggung penampilan Kenzy saat bersantai di rumah.
“Dia (Kenzy) memang ramah, tapi dia nggak tahu kalau bakal di-upload dan apalagi dibikin caption seperti itu, itu kan nggak pantes. Masya Allah cakep-cakep banget, mana kalau di rumah cuma pakai celana dalem dan kaos oblong doang,” ujar Erin membacakan unggahan H.
Erin menegaskan bahwa kalimat tersebut sangat memalukan bagi anaknya, terutama jika teman-teman sekolahnya melihat.
“Pantes nggak seorang ART seperti itu? Itu kan ranah privasi kita di rumah,” tegasnya.
Anak Ketiga: Lova yang Merasa Terancam
Nasib serupa dialami si bungsu, Lova. Kamar pribadinya hingga area kamar mandi turut direkam oleh H dan diunggah dengan narasi negatif, seolah-olah mengeluhkan kondisi kamar yang berantakan.
“Privasi kamar anak-anak, Kenzy marah dong kamarnya yang berantakan dia video-videoin sampai ke kamar mandinya. Anak-anak sampai bilang, ‘Mama sabar ya’,” kata Erin.
Dampak Psikologis dan Trauma
Melihat anak-anaknya merasa tidak nyaman di rumah sendiri, Erin Taulany mengaku sangat sedih. Ia merasa nama baik dan harga diri keluarganya telah diinjak-injak melalui media sosial.
“Anak-anak tuh sampai kayak gitu (menguatkan saya). Kalian juga harus sabar ya, mohon maaf gara-gara kasus ini kalian jadi ditanya-tanyain sama temen-temen,” ucap Erin pilu.
Karena pelanggaran privasi terhadap anak-anaknya inilah, Erin memantapkan hati untuk menjerat sang mantan ART dengan Undang-Undang ITE dan UU Pelindungan Data Pribadi (PDP). Baginya, ini bukan lagi sekadar masalah pekerjaan, melainkan perlindungan terhadap ruang aman anak-anaknya di dalam rumah.






















