Pengedar Narkoba The Doctor Lakukan Operasi Plastik

Penelusuran Pelaku Narkoba yang Mengubah Identitas

Kepolisian masih melakukan pencarian terhadap Lukmanul Hakim, yang dikenal dengan nama panggilan Hendra, Pak Cik, dan Pak Haji. Dia diduga menjadi salah satu pemasok narkoba jenis sabu dan vape etomidate kepada sindikat Andre Fernando, yang lebih dikenal sebagai The Doctor.

Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso, Pak Cik terakhir kali bertemu dengan Andre pada tahun 2024. “Pak Cik telah menjalani operasi plastik wajah,” ujar Eko dalam pernyataannya pada Rabu, 20 Mei 2026.

Eko menjelaskan bahwa operasi tersebut dilakukan untuk mengubah identitasnya. Pria asli Aceh ini kini bersembunyi di Malaysia. “Dia juga telah berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Saint Kitts and Nevis,” tambah Eko dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan pengamatan Eko, perubahan wajah Hendra alias Pak Cik terlihat jelas ketika dibandingkan foto dari KTP dan paspor dengan hasil sketsa wajah. Terdapat perbedaan signifikan pada bagian hidung yang kini lebih mancung, dagu lancip, dan mata yang lebih bulat.

Badan Reserse Kriminal Polri sebelumnya telah menetapkan Hendra alias Pak Cik sebagai buron. Dia diduga menjadi salah satu pemain penting dalam peredaran narkoba antar negara, khususnya dalam jaringan Andre alias The Doctor.

Polisi juga telah mengajukan kerja sama dengan otoritas kepolisian di Malaysia serta mengajukan permohonan red notice melalui Interpol Indonesia. “Kami telah mengirimkan surat permohonan bantuan penangkapan kepada Polis Diraja Malaysia,” kata Eko dalam pernyataannya pada Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Eko, Hendra terdeteksi turut menyuplai lima kilogram narkoba jenis sabu ke Andre alias The Doctor. Barang tersebut kemudian dijual ke bandar Erwin Iskandar alias Ko Erwin yang beroperasi di Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu, The Doctor sebelumnya mengakui mengenal Hendra alias Pak Cik melalui seorang temannya bernama Hendro alias Nemo. The Doctor ditangkap di Penang, Malaysia, pada Ahad, 5 April 2026.

Hammam Izzuddin ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.