Local  

Transjakarta Sediakan Antar Jemput Penumpang KRL dari Bekasi Timur

Layanan Shuttle Transjakarta untuk Bantu Penumpang KRL Pasca-Kecelakaan

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memberikan layanan bus shuttle dengan tarif normal untuk mengangkut penumpang Kereta Commuter Line (KRL) dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Bekasi. Layanan ini diberikan sebagai respons terhadap kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin (27/4) malam.

Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, menyatakan bahwa empat unit bus telah dikerahkan sebagai shuttle khusus. “Bus tersebut siap beroperasi untuk membantu mobilisasi penumpang selama proses evakuasi di jalur kereta api berlangsung,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ia juga berharap proses evakuasi dapat berjalan lancar, aman, dan tanpa kendala. “Semoga semua pihak yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan,” tambahnya.

Penghentian Sementara Aktivitas di Stasiun Bekasi Timur

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan bahwa Stasiun Bekasi Timur sementara waktu tidak melayani aktivitas naik dan turun penumpang. Hal ini dilakukan karena insiden operasional yang terjadi di wilayah tersebut.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. “Fokus utama kami saat ini adalah menangani insiden dan memastikan keselamatan serta layanan tetap terpenuhi,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan kereta api, disarankan untuk menggunakan Stasiun Bekasi hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Operasional perjalanan menuju lintas Bekasi juga masih mengalami penyesuaian seiring proses penanganan di lapangan.

Koordinasi untuk Mempercepat Pemulihan Layanan

Anne menjelaskan bahwa KAI terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan layanan. Tujuannya adalah agar operasional dapat kembali normal secepat mungkin.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga telah mengerahkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta terkait kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Ketua Tim Humas KNKT Anggo Anurogo menyebutkan bahwa tim sudah berada di lokasi kejadian sejak tadi malam. “Tim investigasi KNKT sedang mengumpulkan informasi secara langsung dari lapangan,” ujarnya.

Percepatan Evakuasi oleh Kementerian Perhubungan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan percepatan evakuasi pasca-kecelakaan. “Kementerian Perhubungan memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak,” katanya dalam pernyataannya.

Dudy juga meninjau langsung lokasi kejadian untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Ia menyampaikan bahwa pendataan jumlah korban masih terus dilakukan.

Kementerian Perhubungan akan terus berkoordinasi intensif dengan pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi optimal seiring perkembangan di lapangan.

Detail Insiden Maut di Stasiun Bekasi Timur

Insiden maut ini terjadi pada Senin (27/4) pukul 20.55 WIB. Terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir–Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).

Tim SAR dari lokasi kejadian melaporkan hingga Selasa pukul 05.11 WIB masih terdapat tiga dari tujuh penumpang yang terjepit di dalam rangkaian gerbong KRL nomor 8, yang merupakan gerbong khusus wanita.