Nobel Run 2026 tidak hanya menjadi ajang lari, tetapi juga menjadi wadah nyata untuk memberikan dukungan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK). Kegiatan ini mewujudkan komitmen untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif melalui inisiatif yang menggabungkan gaya hidup sehat, kampanye sosial, dan aksi filantropi.
Nobel Run 2026: Setara Satu Lintasan diinisiasi oleh Nobel Audiology Center bersama Klinik Najwa Medika, serta didukung oleh Kitabisa dan SalingJaga. Acara ini lahir sebagai respons atas masih terbatasnya akses layanan kesehatan pendengaran, terapi tumbuh kembang, serta ruang inklusif bagi ABK di Indonesia.
Data dari Nobel menunjukkan bahwa sekitar 3,3 persen anak usia 5–19 tahun di Indonesia mengalami disabilitas, setara dengan lebih kurang 2,2 juta anak pada 2021. Sementara itu, estimasi penyandang autisme mencapai lebih kurang 2,4 juta orang dengan sekitar 500 kasus baru setiap tahun. Kementerian Kesehatan juga mencatat 5.530 kasus gangguan perkembangan anak yang terlayani di puskesmas sepanjang 2020–2021. Adapun Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi down syndrome sekitar 0,3 persen atau sekitar 52 ribu anak usia 12–59 bulan.
Dengan tema “Setara Satu Lintasan”, kegiatan ini mengajak masyarakat memahami bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang meskipun dengan kebutuhan dan cara yang berbeda. Publik tidak hanya diajak berpartisipasi dalam aktivitas lari, tetapi juga menjadi bagian dari solusi untuk mendukung penyediaan alat bantu, layanan terapi, serta ruang tumbuh yang lebih inklusif.
Perwakilan Nobel Audiology Center menyampaikan bahwa tujuan dari Nobel Run 2026 adalah untuk menghadirkan event olahraga yang merangkul setiap keunikan pelari, sekaligus menjadi gerakan kolektif untuk membangun empati dan membuka akses bagi anak-anak yang memproses dunia dengan cara berbeda.
CEO Kitabisa Group, Vikra Ijas, menambahkan bahwa kolaborasi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam aksi sosial yang terukur dan transparan. “Setiap langkah yang diambil peserta bukan hanya simbolis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Vikra juga menekankan bahwa kehadiran asuransi SalingJaga turut memperkuat semangat gotong royong melalui program perlindungan berbasis komunitas. “SalingJaga hadir di Nobel Run 2026 agar pelari merasa aman dan terlindungi dari risiko kecelakaan saat berlari melalui program asuransi syariah SalingJaga Perlindungan Diri. Namun, lebih dari itu, SalingJaga juga jadi bentuk semangat saling tolong-menolong antarsesama,” tambahnya.
Nobel Run 2026 akan digelar pada 9 Agustus 2026 pukul 05.00–10.00 WIB di Senayan Park. Acara ini menghadirkan kategori lari 5K dan 10K (individu dan berdua) serta 1K Kids Run. Seluruh rangkaian dirancang inklusif, termasuk dengan kategori tiket khusus bagi peserta berkebutuhan khusus.
Tidak hanya berlari, peserta juga dapat mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan interaktif setelah garis finis. Beberapa di antaranya adalah Sensory Corner yang mengajak peserta merasakan kondisi overstimulasi, Instruksi Tanpa Batas yang mensimulasikan tantangan dalam pemrosesan instruksi, serta kolaborasi bersama UMKM inklusif.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Nobel Run 2026 tidak hanya membangun kesadaran, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung yang mendorong empati dan pemahaman terhadap isu inklusivitas. Penyelenggaraan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional sekaligus momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari individu, komunitas, hingga sektor swasta demi menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan setara bagi anak-anak di Indonesia.
Dengan semangat “mendengar lebih dalam, melangkah bersama”, Nobel Run 2026 mengajak semua pihak untuk berkontribusi karena setiap langkah kecil diyakini dapat membawa perubahan besar. Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan resmi di situs Nobel Run 2026. Peserta juga dapat memantau laporan dampak sosial kontribusi mereka melalui platform beyondthegame.






















