Kapal Global Sumud Flotilla Kembali Berlayar ke Gaza dari Italia

Armada Kapal Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 Berangkat dari Italia

Pada hari Kamis (23/4/2026) waktu Italia, armada kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 secara resmi dilepas dari Pelabuhan Syracuse, Italia. Misi ini bertujuan untuk memulai perjalanan panjang menuju Jalur Gaza dengan tujuan mendukung warga sipil yang terkena dampak blokade ilegal.

Acara pelepasan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat setempat, anggota steering committee GSF, serta perwakilan dari organisasi seperti Greenpeace dan Open Arms. Para perwakilan ini memiliki peran penting dalam menyiapkan kebutuhan logistik dan dukungan teknis bagi flotilla ini. Salah satu anggota steering committee GSF asal Indonesia, Maimon Herawati, turut hadir dalam momen bersejarah tersebut.

Maimon menyampaikan rasa kagum dan hormat yang mendalam kepada bangsa Italia. Ia mengapresiasi tindakan berani masyarakat Italia pada Oktober 2025 lalu, yang melakukan aksi mogok nasional demi menyuarakan keadilan bagi Palestina. Menurutnya, keberpihakan yang ditunjukkan masyarakat Italia telah melampaui sekat-sekat agama, ras, suku, maupun wilayah geografis.

“Keberpihakan bangsa Italia melewati batas agama, ras, suku, dan wilayah,” ujar Maimon, yang juga Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Ia menyerukan dunia agar tidak lagi diam dan segera mengambil langkah nyata untuk membantu Palestina. Maimon berharap semangat ini bisa menjadi teladan bagi Indonesia.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Maimon bermimpi agar Indonesia tidak hanya sekadar mendukung secara diplomatis, tetapi juga dapat mengambil peran lebih besar. Bahkan, ia berharap Indonesia bisa menjadi tuan rumah bagi misi kemanusiaan serupa di masa depan.

Jumlah Kapal yang Terlibat dalam Misi Ini Sangat Besar

Misi kali ini melibatkan armada yang sangat besar. Sebanyak 20 kapal yang berangkat dari Italia bergabung dengan 39 kapal yang sebelumnya telah bertolak dari Barcelona. Perjalanan akan terus berlanjut, di mana kapal-kapal dari berbagai negara Eropa lainnya akan bertemu di titik kumpul di Laut Mediterania.

Diperkirakan, lebih dari 70 kapal akan bergerak bersama dalam misi ini untuk mendobrak blokade ilegal yang diberlakukan terhadap Gaza. Pelayaran Global Sumud Flotilla ini bukan sekadar perjalanan laut biasa, melainkan bentuk perlawanan nyata terhadap kebijakan genosida dan blokade yang mencekik kehidupan warga sipil di Gaza.

Dengan 70 kapal yang kini membelah Mediterania, dunia tengah menyaksikan tekad kemanusiaan yang menolak untuk diam di tengah penindasan. Misi ini menunjukkan komitmen global terhadap keadilan dan kemanusiaan, serta memberikan harapan bagi warga Gaza yang selama ini menghadapi kesulitan ekstrem.