Indonesia Swasembada Pangan
Hingga 23 April 2026, stok beras Bulog menembus angka 5 juta ton. Angka ini melonjak tajam sebesar 264,2% dibanding periode yang sama di 2024 sebesar 1,37 juta ton.
“Realisasi serapan produksi dalam negeri per April 2026 sudah di angka 2,31 juta ton. Ini capaian monumental, meroket hingga 790 persen dibanding awal 2024,” kata Amran.
Pengamat Ekonomi Politik Ichsanuddin Noorsy menilai melimpahnya stok CBP menjadi sinyal kuat kemandirian pangan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau beras, saya sepakat kita sudah mendekati kemandirian. Asta Cita mendatangkan kemandirian pangan dan energi, dan hari ini terjadi pada beras,” kata Ichsanuddin.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2025, RI dipastikan tak impor beras 2026 karena produksi nasional mencapai 34,69 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi sebesar 31,16 juta ton.
Dampak positifnya pun mulai dirasakan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) nasional terus terjaga di atas angka 120 sejak Juli 2024, bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi di angka 126,11 pada Februari 2026 lalu.
(Kml/EN)























