Warga yang terdampak tanah bergerak di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, masih menantikan relokasi. Beberapa waktu lalu, sebagian rumah warga roboh akibat pergerakan tanah yang dimulai sejak 14 Februari 2026. Pada saat itu, sejumlah warga memilih mengungsi untuk menjaga keselamatan diri.
Namun, kini lokasi pengungsian yang sebelumnya digunakan telah kosong. Warga kembali ke rumah mereka meskipun kondisi tanah tetap bergerak setiap kali hujan deras turun. Ketua RT 7 RW 1 Kelurahan Jangli, Joko Sukaryono, menjelaskan bahwa masa pakai lokasi pengungsian yang berada di atas lahan warga akan berakhir pada 16 April 2026. Setelah itu, tenda dan kamar mandi yang dibangun di atas tanah tersebut akan dibongkar.
Sugiyarti, salah satu warga yang tinggal di wilayah tersebut, mengatakan bahwa ia tidak lagi tinggal di pengungsian sejak Lebaran lalu. Ia sempat mengungsi sambil sesekali kembali ke rumah ketika curah hujan berhenti. Menurut Sugiyarti, pergerakan tanah di kampungnya mulai terasa sejak awal Februari 2026. “Awalnya jalan mulai pecah,” ujarnya.
Pergerakan tanah kemudian menyebabkan lantai beberapa rumah warga muncul ke atas. Sementara itu, sebagian tanah di kampung tersebut anjlok. “Hujan turun terus, ada jalan mulai putus. Terus ada rumah ambruk,” tambahnya. Pergerakan tanah ini juga memicu kerusakan pada rumah-rumah yang sebagian besar berbahan kayu. Tiga rumah warga bahkan harus dirobohkan karena kondisinya sudah miring.
Sebanyak 24 keluarga yang semula tinggal di daerah tersebut lantas mengungsi. Mereka berharap dapat direlokasi ke lokasi yang lebih aman. “Lokasinya di mana kami manut,” kata Sugiyarti.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Komando Daerah Militer IV Diponegoro dan Pemerintah Kota Semarang untuk membahas rencana relokasi tersebut. Meski komposisi dana belum sepenuhnya diputuskan, ia menegaskan bahwa koordinasi dengan wali kota menjadi langkah pertama yang harus dilakukan. “Minimal saya harus koordinasi dulu dengan wali kota,” ujar dia.




















