Ular Sanca 11 Kg Gemparkan Warga Jambi, Evakuasi Dramatis di Bawah Lantai Cor
Subuh yang biasanya diwarnai lantunan tarhim di Jalan Kampung Bugis, Kelurahan Aur Kenali, Kota Jambi, mendadak pecah oleh teriakan ketakutan pada Minggu (29/3). Keheningan pagi itu terusik oleh kemunculan seekor ular sanca batik berukuran raksasa, memicu kepanikan luar biasa di kediaman keluarga Endang Kurniati tepat sebelum azan Subuh berkumandang. Ular yang diperkirakan memiliki berat mencapai 11 kilogram ini memilih tempat persembunyian yang tak terduga: di bawah lantai cor rumah.
Situasi semakin mencekam ketika diketahui bahwa lokasi persembunyian ular tersebut sangat sempit dan terjepit di antara akar-akar pohon besar. Kondisi ini membuat warga sekitar merasa tak berdaya untuk melakukan evakuasi secara mandiri, sehingga keputusan untuk meminta bantuan profesional segera diambil.
Respons Cepat Tim Pemadam Kebakaran: Penyelamatan dalam Hitungan Menit
Laporan darurat diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi pada pukul 04.43 WIB. Tanpa membuang waktu, Regu 3 dari Pos Alam Barajo langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Adi Khiyoto beserta timnya berhasil tiba di Jalan Kampung Bugis dalam waktu kurang dari sepuluh menit setelah menerima laporan. Kecepatan respons ini menjadi krusial dalam menangani situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai sesampainya tim penyelamat di lokasi. Mereka dihadapkan pada kondisi ular yang bersembunyi di bawah lantai beton rumah, sebuah celah yang sangat sempit dan sulit dijangkau.
Upaya Ekstra untuk Mengamankan Sang Sanca
Untuk bisa menjangkau ular yang terperangkap, petugas Damkartan Kota Jambi harus mengerahkan upaya ekstra. Alat berat seperti godam terpaksa digunakan untuk membongkar sebagian lantai cor rumah demi membuka akses. Tidak hanya itu, demi memastikan ular tidak memiliki celah untuk lolos atau bersembunyi lebih dalam, sebatang pohon besar yang akarnya menjalar ke bawah lantai terpaksa ditebang.
Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, menjelaskan hambatan utama yang dihadapi timnya. “Hambatan di lapangan karena ular bersembunyi di bawah lantai dan lokasi sempit, sehingga petugas harus melakukan pembongkaran,” ungkapnya. Upaya pembongkaran ini dilakukan dengan hati-hati untuk meminimalkan kerusakan pada struktur rumah sembari memastikan keselamatan semua pihak.
Drama 32 Menit Berakhir Tuntas
Setelah perjuangan yang menegangkan selama kurang lebih 32 menit, ular sanca batik sepanjang 2,5 meter itu akhirnya berhasil diamankan. Petugas menggunakan stik penjepit khusus untuk menarik ular keluar dari celah sempit di bawah lantai. Demi menjamin keamanan selama proses evakuasi, mulut ular segera dilakban oleh petugas yang sigap sebelum akhirnya ular tersebut dibawa menjauh dari area permukiman warga.
Mustari Affandy menegaskan bahwa gerak cepat dan profesionalisme tim Damkartan merupakan bagian integral dari komitmen pelayanan “Bahagia” yang diusung oleh Pemerintah Kota Jambi. Program ini menekankan prinsip 5T: Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas. Hal ini memastikan bahwa setiap layanan darurat yang diberikan oleh Damkartan bersifat cepat, tanggap, dan terjamin kualitasnya.
Layanan Evakuasi Gratis untuk Masyarakat
Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Damkartan menyediakan layanan evakuasi hewan berbahaya secara gratis bagi masyarakat. Warga yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi berbagai kanal layanan yang tersedia.
- Call Center WhatsApp: 0811-7113-113
- Layanan Darurat Nasional: 112
“Masyarakat bisa menghubungi call center Damkar melalui WhatsApp di nomor 0811-7113-113 atau layanan darurat 112. Ini bagian dari program ‘Bahagia’ untuk memastikan pelayanan cepat, tanggap, dan gratis,” tutup Mustari.
Tepat pada pukul 05.53 WIB, saat matahari mulai menampakkan sinarnya, tim Damkartan Kota Jambi berhasil kembali ke markas mereka. Kampung Bugis pun kembali diselimuti ketenangan, setelah ancaman ular sanca yang bersembunyi di bawah lantai berhasil diatasi dengan sigap dan profesional. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi darurat.






















