Lokal  

Longsor Kebumen: Jalan Amblas, Rumah Hancur, 10 Warga Mengungsi

Jalan Desa Ambles Akibat Longsor di Kebumen, Akses Terbatas

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen dalam beberapa waktu terakhir telah memicu bencana tanah longsor di beberapa titik. Salah satu yang terdampak parah adalah jalan desa di Dukuh Kaum, Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan. Peristiwa ini menyebabkan sebagian badan jalan ambles dan rusak parah, mengganggu aktivitas serta akses warga.

Longsor yang terjadi di Desa Karangbolong ini merusak panjang jalan desa sekitar delapan meter, dengan lebar tiga meter dan kedalaman sekitar dua meter. Akibatnya, separuh badan jalan tersebut hilang, menyisakan kondisi yang membahayakan. Saat ini, akses jalan tersebut hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dengan sangat hati-hati. Untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan, pihak berwenang telah memasang garis pengaman di lokasi kejadian.

Penanganan Awal dan Peringatan dari Pihak Kepolisian

Peristiwa longsor di Desa Karangbolong ini dilaporkan terjadi setelah hujan lebat yang berlangsung sejak sore hingga malam hari pada hari Kamis, 26 Maret 2026. Mengetahui adanya kejadian tersebut, jajaran Kepolisian Resor Kebumen bersama dengan perangkat desa dan warga setempat segera bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Polsek Buayan segera memasang garis polisi di area yang terdampak longsor. Tindakan ini bertujuan untuk mengamankan lokasi, mencegah warga atau kendaraan melintas di area berbahaya, serta menghindari potensi kecelakaan pasca longsor. Selain itu, petugas kepolisian juga melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi dan mengumpulkan keterangan dari para saksi mata.

Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menyatakan bahwa pemasangan garis polisi merupakan langkah penting untuk memastikan keamanan dan mencegah korban jiwa akibat kecelakaan di lokasi longsor. Beliau memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa amblesnya jalan desa ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar tujuh juta rupiah.

Menyikapi potensi bencana serupa, Kapolres Kebumen mengimbau seluruh warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu tanah longsor.

Longsor Landa Dua Desa di Kecamatan Ayah

Tidak hanya di Kecamatan Buayan, hujan lebat juga menyebabkan terjadinya beberapa titik longsor di dua desa yang berbeda di wilayah Kecamatan Ayah. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Udy Cahyono, merinci bahwa terdapat empat titik longsor di Desa Pasir dan dua titik longsor di Desa Argopeni.

Dampak dari longsor di Kecamatan Ayah ini tidak hanya merusak infrastruktur jalan, tetapi juga merusak tembok rumah milik warga. Di Desa Argopeni, salah satu titik longsor sempat menutup akses jalan, menyebabkan gangguan transportasi bagi masyarakat setempat.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor di Kecamatan Ayah ini, namun tercatat ada 10 jiwa yang terpaksa mengungsi ke rumah saudara mereka. Hal ini dikarenakan tembok rumah mereka mengalami kerusakan akibat tertimpa material longsor.

“Saat ini, kami bersama warga sedang melakukan kegiatan gotong-royong untuk membersihkan material longsor yang menutupi rumah dan jalan,” terang Udy Cahyono.

Imbauan Kewaspadaan di Musim Penghujan

Menyikapi kondisi cuaca yang masih dalam musim penghujan, Udy Cahyono kembali menekankan pentingnya kewaspadaan bagi seluruh warga Kebumen. Menurutnya, potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang yang disertai angin kencang dan petir masih sangat mungkin terjadi.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk:

  • Memantau kondisi lingkungan: Perhatikan tanda-tanda keretakan tanah, pohon tumbang, atau perubahan aliran air yang bisa menjadi indikasi awal potensi longsor.
  • Menjauhi area rawan bencana: Hindari mendirikan bangunan atau beraktivitas di daerah yang berpotensi tinggi mengalami longsor, seperti di bawah tebing curam atau bantaran sungai.
  • Memperkuat struktur rumah: Bagi yang tinggal di daerah rawan, pertimbangkan untuk memperkuat struktur bangunan rumah, terutama bagian tembok yang rentan.
  • Menyiapkan rencana evakuasi: Siapkan rencana evakuasi keluarga jika terjadi situasi darurat, termasuk menentukan tempat tujuan yang aman.
  • Mengikuti informasi cuaca: Selalu pantau informasi prakiraan cuaca dari sumber yang terpercaya untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem.

Pemerintah daerah melalui BPBD Kebumen terus berupaya memberikan peringatan dini dan melakukan penanganan awal terhadap bencana yang terjadi. Namun, kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.