Kapasitas UTBK SNBT Unpad 2026: Perubahan Baru

Pergeseran Kuota: Universitas Padjadjaran Sesuaikan Daya Tampung Mahasiswa Baru Jalur UTBK SNBT 2026

Universitas Padjadjaran (Unpad) telah melakukan penyesuaian signifikan terhadap daya tampung mahasiswa baru jenjang Sarjana (S1) melalui jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) tahun 2026. Perubahan ini mencakup penambahan dan pengurangan kuota pada berbagai program studi, mencerminkan strategi universitas dalam merespons kebijakan nasional dan dinamika penerimaan mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Zahrotur Rusyda Hinduan, menjelaskan bahwa secara umum, kuota penerimaan mahasiswa baru S1 tidak mengalami kenaikan. “Secara umum (kuota) kami tidak boleh naik,” tegasnya. Keputusan ini merupakan hasil dari penetapan daya tampung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, berdasarkan usulan kuota yang diajukan Unpad pada Januari 2026. Total daya tampung untuk tahun 2026 dipastikan tidak melebihi angka tahun 2025.

Pendaftaran UTBK SNBT sendiri telah dibuka sejak 25 Maret dan akan berlangsung hingga 7 April 2026, memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mendaftar ke berbagai program studi yang diminati.

Kebijakan Pemerintah dan Dampaknya pada Kuota

Penyesuaian kuota ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan alokasi minimal 20% untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan maksimal 50% untuk jalur mandiri pada Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). “Kuota tidak dikurangi tapi tidak boleh naik,” ujar Zahrotur, menggarisbawahi batasan yang diberikan.

Menariknya, Unpad pada tahun ini memperkenalkan satu program studi baru, yaitu Rekayasa Kosmetik. Namun, pembatasan kuota S1 ini juga dikaitkan dengan dorongan pemerintah agar perguruan tinggi berstatus PTNBH lebih fokus pada pengembangan pendidikan pascasarjana. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas dalam strategi pendidikan tinggi nasional.

Program Studi dengan Penambahan Kuota

Berdasarkan data dari laman seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru, beberapa program studi di Unpad mengalami peningkatan daya tampung untuk jalur UTBK SNBT 2026. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Pendidikan Dokter: Mengalami peningkatan dari 99 menjadi 100 kursi.
  • Matematika: Daya tampung bertambah dari 33 menjadi 45 mahasiswa.
  • Kimia: Mendapat tambahan kuota menjadi 40 kursi.
  • Fisika: Bertambah menjadi 45 kursi.
  • Biologi: Kini memiliki daya tampung 53 kursi.
  • Agroteknologi: Mengalami peningkatan signifikan menjadi 134 kursi.
  • Pendidikan Dokter Gigi: Bertambah menjadi 46 kursi.
  • Ilmu Peternakan: Daya tampung meningkat drastis dari 123 menjadi 161 mahasiswa.
  • Perikanan: Mendapat tambahan kuota menjadi 92 kursi.
  • Ilmu Keperawatan: Kini memiliki daya tampung 82 kursi.
  • Ilmu Kelautan: Bertambah menjadi 58 kursi.
  • Teknik Pertanian: Mendapat tambahan kuota menjadi 48 kursi.
  • Psikologi: Daya tampung meningkat menjadi 71 kursi.
  • Teknologi Industri: Mendapat tambahan kuota menjadi 28 kursi.
  • Teknik Elektro: Kini memiliki daya tampung 42 kursi.
  • Ilmu Aktuaria: Bertambah menjadi 19 kursi.
  • Ilmu Ekonomi: Mendapat tambahan kuota menjadi 41 kursi.

Selain itu, program studi yang juga mendapatkan tambahan kuota meliputi:

  • Ilmu Hubungan Internasional: Bertambah menjadi 42 kursi.
  • Ilmu Kesejahteraan Sosial: Kini memiliki daya tampung 23 kursi.
  • Ilmu Pemerintahan: Bertambah menjadi 29 kursi.
  • Ilmu Administrasi Bisnis: Mendapat tambahan kuota menjadi 45 kursi.
  • Ilmu Sejarah: Kini memiliki daya tampung 50 kursi.
  • Sastra Prancis: Bertambah menjadi 30 kursi.
  • Sastra Rusia: Mendapat tambahan kuota menjadi 27 kursi.
  • Sastra Jerman: Kini memiliki daya tampung 25 kursi.
  • Sastra Arab: Bertambah menjadi 50 kursi.
  • Ilmu Komunikasi: Daya tampung menjadi 46 kursi.
  • Perpustakaan dan Sains Informasi: Kini memiliki daya tampung 41 kursi.
  • Sosiologi: Bertambah menjadi 19 kursi.
  • Hubungan Masyarakat: Mendapat tambahan kuota menjadi 40 kursi.
  • Ekonomi Islam: Kini memiliki daya tampung 50 kursi.
  • Manajemen Komunikasi: Bertambah menjadi 47 kursi.
  • Jurnalistik: Mendapat tambahan kuota menjadi 47 kursi.
  • Televisi dan Film: Kini memiliki daya tampung 47 kursi.
  • Bisnis Digital: Bertambah menjadi 37 kursi.

Program Studi dengan Pengurangan Kuota

Di sisi lain, beberapa program studi mengalami pengurangan daya tampung pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini bisa jadi karena adanya analisis kebutuhan lulusan, persaingan antar program studi, atau penyesuaian strategis universitas. Program studi yang mengalami pengurangan kuota antara lain:

  • Statistika: Mengalami penurunan dari 52 menjadi 46 kursi.
  • Agribisnis: Kini memiliki daya tampung 58 kursi, berkurang dari sebelumnya.
  • Teknologi Pangan: Daya tampung menjadi 58 kursi.
  • Farmasi: Berkurang menjadi 75 kursi.
  • Teknik Geologi: Kini memiliki daya tampung 76 kursi.
  • Geofisika: Mengalami penurunan menjadi 22 kursi.
  • Teknik Informatika: Program studi yang sangat diminati ini mengalami pengurangan kuota dari 44 menjadi 35 kursi, meskipun pada tahun 2025 tercatat memiliki 2.487 pendaftar.
  • Kedokteran Hewan: Daya tampung dikurangi menjadi 18 orang.
  • Ilmu Hukum: Program studi favorit lainnya ini juga mengalami pengurangan kuota dari 147 menjadi 132 kursi, padahal pada tahun 2025 peminatnya mencapai 4.054 orang.
  • Akuntansi: Kini memiliki daya tampung 48 kursi.
  • Manajemen: Berkurang menjadi 50 kursi.
  • Administrasi Publik: Mengalami penurunan menjadi 40 kursi.
  • Antropologi: Kini memiliki daya tampung 18 kursi.
  • Sastra Indonesia: Berkurang menjadi 37 kursi.
  • Sastra Sunda: Kini memiliki daya tampung 30 kursi.
  • Sastra Inggris: Mengalami penurunan menjadi 42 kursi.
  • Ilmu Politik: Berkurang menjadi 23 kursi.

Penyesuaian kuota ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan dalam penerimaan mahasiswa baru, sekaligus mendorong Unpad untuk terus berinovasi dalam pengembangan program studi dan kualitas pendidikan di berbagai jenjang.