PT ABH Suplai Air Batam di 850 Liter per Detik, Targetkan 18 Titik Stress Area Tuntas

Suplai Air Batam
PT ABH menyuplai air yang ke 46 kali untuk warga Tanjung Sengkuang yang terdampak krisis air, Senin (9/3/2026). (Foto: Ist)

Patrolmedia, Batam – PT Air Batam Hilir (ABH) meningkatkan kapasitas suplai air Batam hingga 850 liter per detik (lpd) untuk melayani kebutuhan warga.

Langkah itu dilakukan ABH untuk mengatasi persoalan air yang kerap mati di Batam.

Peningkatan ini berdampak signifikan pada total kapasitas suplai yang tersedia, yakni melonjak dari sebelumnya 4.429 lpd menjadi 4.710 lpd.

Dengan begitu, ABH bisa saja melakukan pengalihan (switching) suplai air ke wilayah-wilayah yang selama ini bertekanan kecil.

Direktur Badan Usaha SPAM dan Fasling BP Batam, Iyus Rusmana, mengakui penanganan ini dilakukan bertahap tapi terukur.

Fokus utama saat ini kata Iyus, menuntaskan masalah di kawasan yang terkena gangguan air atau stress area.

“Keluhan warga jadi perhatian serius, kami terus berusaha agar penanganan terhadap 18 titik stress area ini bisa terselesaikan,” ujar Iyus dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Perkuat Jaringan ke Bengkong hingga Batu Merah

BP Batam lewat PT ABH juga tengah memperkuat jaringan distribusi melalui jalur pipa DK12.

Jalur ini menyuplai beberapa kawasan yang selama ini kerap mengalami tekanan air rendah, seperti Tanjung Sengkuang, Bengkong dan Batu Merah.

Melalui perkuatan jalur ini, suplai air dari pipa induk dipastikan lebih stabil dan mencukupi kebutuhan harian warga di wilayah terdampak.

Disamping itu, Iyus menyebut BP Batam dan PT ABH kini menerapkan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition).

Teknologi ini bisa memantau dan mengendalikan jaringan distribusi air secara digital dan real-time.

Dengan SCADA, tambahnya, operator akan memantau tekanan air di jaringan pipa, mendeteksi gangguan secara dini, serta mengambil langkah efektif dan responsif.

“Saat ini, kami sedang menunggu rampungnya proyek pengembangan jaringan air di ruas Sukajadi, M3G hingga ke Bukit Senyum,” kata Iyus.

“Berbagai langkah antisipatif telah kami siapkan agar selama pengerjaan tidak ada kendala suplai ke masyarakat,” tambahnya.

 

Editor: Fatmi Rahim