Patrolmedia, Tanjungpinang – Mendagri Tito Karnavian memuji terkait inflasi Kepri sebagai salah satu dari 10 provinsi dengan tingkat terendah di Indonesia.
Prestasi ini dianggap sebagai modal kuat bagi Kepri untuk menjaga daya beli warganya di tengah tren kenaikan harga menjelang lebaran.
“Khusus untuk Kepri, kondisi inflasi daerah tergolong cukup baik. Inflasi Kepri tercatat sebesar 3,54 persen secara tahunan,” ujar Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).
Tito juga memberikan atensi khusus terhadap stabilitas ekonomi nasional menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
“Pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kendali harga pangan agar tidak membebani masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan tantangan pengendalian inflasi akan semakin besar saat memasuki momen hari besar keagamaan.
Koordinasi lintas sektor menjadi harga mati untuk memastikan stok bahan pokok aman dan harga tetap terjangkau di seluruh pelosok negeri.
Berdasarkan data terbaru, inflasi nasional saat ini tercatat di angka 4,76% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Sementara untuk fluktuasi harga secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi Indonesia berada di angka 0,68%.
Angka tersebut menjadi alarm bagi jajaran pemerintah daerah untuk bekerja lebih keras.
Pasalnya, pemerintah pusat telah menetapkan target ambisius agar inflasi nasional bisa ditekan dan bertahan pada kisaran 2,5 ± 1%.
Di tengah upaya penekanan angka nasional tersebut, Tito memberikan apresiasi khusus bagi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Ia menilai kondisi inflasi di wilayah kepulauan tersebut saat ini tergolong cukup terkendali dan berada di jalur yang benar.
Meski demikian, Tito memberikan catatan kecil terkait sebaran inflasi Kepri.
Ia menyebut Kota Tanjungpinang masih menjadi wilayah dengan sumbangan inflasi tertinggi di Kepri yang perlu mendapat pengawasan lebih ketat dari pemerintah setempat.
Editor: Fatmi Rahim




















