Pantau Stok BBM dan LPG Buat Mudik 2026, Pertamina Pakai Teknologi ‘Mata-mata’

Stok BBM Lebaran
Ilustrasi PT Pertamina (Persero) memonitoring suplai BBM di Batam. (Foto: AI/Patrolmedia)
Panbil Mall

Patrolmedia, Jakarta – PT Pertamina (Persero) memperketat pengawasan pasokan stok BBM (Bahan Bakar Minyak) hingga LPG saat Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Langkah ini dilakukan di tengah lonjakan mobilitas masyarakat saat arus mudik.

Pertamina mengerahkan ‘senjata’ digitalnya, yakni Pertamina Digital Hub.

Sistem ini diklaim bisa memantau semua rantai pasok energi secara terintegrasi, mulai sektor hulu hingga ke ujung tombak distribusi di SPBU.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengungkap pemanfaatan teknologi menjadi kunci perusahaan mengawasi pengelolaan energi secara real time.

Melalui fasilitas ini, Pertamina bisa memetakan cadangan energi di setiap lini secara kontinyu.

“Kami memiliki akses terhadap data dan kamera pengawasan, bahkan pergerakannya setiap saat,” ujar Baron dalam keterangannya dikutip, Minggu (8/3/2026).

Ia membeber, Pertamina Digital Hub juga mampu melacak pergerakan kapal pengangkut minyak mentah dan produk BBM yang menuju kilang pengolahan.

Saat ini, Pertamina mengoptimalkan 6 kilang miliknya untuk menjaga stabilitas pasokan domestik.

Sistem digital ini memungkinkan perusahaan memelototi distribusi BBM hingga ke level SPBU.

Pergerakan mobil tangki hingga kondisi stok di tangki pendam setiap lokasi terpantau dalam satu dashboard terintegrasi.

“Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah. Jadi, langkah antisipatif bisa dilakukan lebih dini jika ada lonjakan permintaan, cuaca ekstrem, atau dinamika global,” kata Baron.

Ia menegaskan, cadangan energi nasional dipastikan berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah.

Hal ini bagian dari mitigasi risiko untuk menjamin ketahanan energi selama libur panjang.

“Selama distribusi normal, stok terus bergerak, namun kami konsisten menjaga cadangan di level atas minimum,” sebutnya.

Stabilitas pasokan BBM 2026 dan LPG memiliki dampak langsung pada sektor otomotif dan logistik.

Dengan sistem pemantauan digital ini, Pertamina optimistis bisa mengantisipasi lonjakan konsumsi kendaraan pribadi maupun angkutan umum selama periode mudik Lebaran 2026.

Pertamina menyatakan komitmennya pada transisi energi menuju Net Zero Emission 2060 lewat penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis perusahaan.

 

 

(Kml/Ft)