Kabupaten Kubu Raya berupaya memperkuat ekonomi daerah dan mengurangi ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menaruh harapan besar pada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Menanjak Bahagia untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan penopang kemandirian fiskal. Harapan ini disampaikan saat pelantikan Uray Emma Yaniaries sebagai Direktur Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia untuk periode 2026-2031.
Sujiwo menekankan bahwa jabatan Direktur Perumda bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa BUMD harus dikelola secara profesional karena melibatkan uang negara.
“Ini adalah amanah dari rakyat. Karena Perumda adalah BUMD, pengelolaannya harus hati-hati, transparan, dan bertanggung jawab,” ujar Sujiwo.
Uray Emma Yaniaries menyambut baik mandat tersebut dan berkomitmen untuk menjadikan lima tahun pertama kepemimpinannya sebagai fase peletakan fondasi yang kuat. Ia menyadari bahwa Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia masih berada pada tahap awal, sehingga pembenahan tata kelola menjadi prioritas utama sebelum melakukan ekspansi bisnis.
“Visi saya adalah meletakkan fondasi yang kuat agar Perumda ini tumbuh sebagai BUMD yang sehat, profesional, dan berkelanjutan serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” kata Uray Emma.
Sujiwo menjelaskan bahwa peran Perumda sangat penting mengingat kondisi fiskal daerah yang sedang tertekan akibat pemotongan dana transfer. Situasi ini menuntut daerah untuk lebih mandiri dan kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru. Perumda diharapkan memiliki arah usaha yang jelas dan rasional.
“BUMD harus menjadi solusi, bukan beban. Kita berharap Perumda ini bisa ikut memperkuat pendapatan daerah dan ekonomi masyarakat,” tegas Sujiwo.
Uray Emma menambahkan bahwa pengembangan usaha Perumda akan dilakukan secara hati-hati. Setiap unit usaha akan didasarkan pada pemetaan potensi ekonomi lokal dan kebutuhan masyarakat. Kehati-hatian dalam menentukan core business menjadi kunci agar Perumda dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
“Unit usaha yang kami jalankan harus realistis, sesuai potensi daerah, dan memiliki prospek berkelanjutan,” ujarnya.
Sujiwo mendorong Perumda untuk menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM. Penguatan ekonomi rakyat harus menjadi orientasi utama, bukan hanya mengejar keuntungan jangka pendek.
“Perumda harus hadir untuk memperkuat ekonomi lokal. Kalau ekonomi masyarakat bergerak, daerah juga akan kuat,” kata Sujiwo.
Uray Emma menjawab bahwa sektor perdagangan dan jasa, pengelolaan serta distribusi komoditas unggulan daerah, serta dukungan terhadap UMKM akan menjadi fokus pengembangan Perumda ke depan. Perumda tidak akan menjadi pesaing pelaku usaha kecil, melainkan mitra yang membuka akses pasar dan rantai distribusi.
“Kami ingin Perumda menjadi penggerak ekonomi rakyat, bukan justru mematikan usaha kecil,” tuturnya.
Selain aspek bisnis, Sujiwo juga menekankan pentingnya integritas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Perumda. Keberhasilan BUMD sangat ditentukan oleh manajemen dan SDM yang profesional.
“Sistem boleh bagus, tapi tanpa SDM yang berintegritas, semuanya tidak akan berjalan,” ujarnya.
Uray Emma sependapat dan menempatkan penguatan SDM sebagai salah satu prioritas utama. Peningkatan kapasitas melalui pelatihan, pendidikan, dan kolaborasi lintas sektor akan terus dilakukan agar Perumda memiliki tim yang siap menghadapi tantangan bisnis dan tuntutan publik.
“SDM yang profesional dan berintegritas adalah kunci agar Perumda ini benar-benar memberi manfaat bagi daerah,” kata Uray Emma.
Untuk lebih memahami arah pengembangan Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia, berikut adalah beberapa poin penting yang menjadi fokus utama:
Penguatan Tata Kelola:
- Prioritas utama adalah membenahi tata kelola perusahaan agar lebih transparan, akuntabel, dan profesional.
- Ini termasuk penyusunan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang jelas dan implementasi sistem pengawasan yang efektif.
Pemetaan Potensi Ekonomi Lokal:
- Setiap unit usaha yang dikembangkan harus didasarkan pada pemetaan potensi ekonomi lokal dan kebutuhan riil masyarakat.
- Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa usaha yang dijalankan realistis, sesuai dengan kondisi daerah, dan memiliki prospek berkelanjutan.
Kemitraan Strategis dengan UMKM:
- Perumda akan berperan sebagai mitra strategis bagi pelaku UMKM, bukan sebagai pesaing.
- Fokusnya adalah membuka akses pasar dan rantai distribusi bagi produk-produk UMKM lokal.
Pengembangan Sektor Perdagangan dan Jasa:
- Sektor perdagangan dan jasa akan menjadi salah satu fokus utama pengembangan usaha Perumda.
- Ini termasuk pengelolaan dan distribusi komoditas unggulan daerah.
Peningkatan Kualitas SDM:
- Peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, pendidikan, dan kolaborasi lintas sektor akan terus dilakukan.
- Tujuannya adalah untuk menciptakan tim yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan bisnis.
Dengan fokus pada poin-poin tersebut, Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian fiskal Kabupaten Kubu Raya. Perumda juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah secara keseluruhan.






















