Lewotolok Menggelegar: 56 Erupsi Siang Ini!

LEMBATA, NTT – Gunung Ile Lewotolok, yang menjulang setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut, menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada hari Senin, 26 Januari 2026. Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok mencatat serangkaian letusan yang cukup sering dalam periode pengamatan tertentu.

Berdasarkan data yang dihimpun, gunung api ini mengalami 56 kali letusan dalam kurun waktu antara pukul 06.00 WITA hingga 12.00 WITA. Aktivitas ini menunjukkan intensitas vulkanik yang cukup tinggi dan memerlukan kewaspadaan dari masyarakat sekitar.

Rincian Aktivitas Vulkanik

Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Syawaludin, menjelaskan bahwa letusan-letusan tersebut disertai dengan gemuruh lemah. Data seismograf mencatat amplitudo letusan bervariasi antara 17.4 hingga 33.2 mm, dengan durasi yang berkisar antara 40 hingga 56 detik.

Kondisi visual di sekitar puncak gunung saat itu dilaporkan berawan dan mendung, sehingga tinggi kolom erupsi tidak dapat diamati secara langsung. Angin bertiup sedang hingga kencang ke arah timur, yang berpotensi membawa abu vulkanik ke wilayah tersebut. Suhu udara di sekitar area puncak berkisar antara 25 hingga 29 derajat Celcius.

Selain letusan, PGA Ile Lewotolok juga mencatat aktivitas seismik lainnya, yaitu:

  • Gempa Hembusan: Terekam sebanyak 91 kali gempa hembusan dengan amplitudo antara 3.5 hingga 16.7 mm, dan durasi sekitar 28 hingga 60 detik. Gempa hembusan ini seringkali mengindikasikan adanya pergerakan fluida vulkanik di dalam tubuh gunung.

  • Gempa Tektonik Jauh: Satu kali gempa tektonik jauh juga terekam dengan amplitudo 6 mm dan durasi 184 detik. Gempa tektonik jauh ini menunjukkan adanya aktivitas tektonik yang mungkin mempengaruhi kondisi internal gunung.

Imbauan Keselamatan

Mengingat aktivitas vulkanik yang tinggi, Syawaludin mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok untuk mengambil langkah-langkah pencegahan guna melindungi kesehatan mereka. Beberapa imbauan yang diberikan adalah:

  1. Penggunaan Masker: Masyarakat disarankan untuk menggunakan masker atau alat pelindung pernapasan lainnya untuk menghindari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh paparan abu vulkanik. Abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan mata, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

  2. Zona Larangan: Masyarakat juga diimbau untuk tidak memasuki dan melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat gunung. Zona ini merupakan area yang paling berisiko terkena dampak langsung dari letusan, seperti lontaran material vulkanik dan aliran awan panas.

  3. Status Siaga: Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada pada level III atau Siaga. Status ini menunjukkan bahwa gunung api berada dalam kondisi peningkatan aktivitas yang signifikan dan berpotensi untuk erupsi. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ile Lewotolok dan berkoordinasi untuk memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Diharapkan dengan kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, dampak negatif dari aktivitas vulkanik dapat diminimalkan.