Juara kelas bulu Muay Thai ONE Championship, Tawanchai PK Saenchai, akhirnya memberikan kabar terbaru mengenai kondisinya pasca mengalami cedera parah dalam laga melawan Liu Mengyang di ONE Friday Fights 137. Petarung asal Thailand yang berusia 26 tahun ini terpaksa harus ditandu keluar dari arena pertarungan setelah tendangan keras Liu yang mengarah ke betisnya menghentikan duel hanya dalam kurun waktu 52 detik. Insiden yang terjadi pada Jumat, 19 Desember 2025, ini sontak memicu kekhawatiran mendalam di kalangan penggemar mengenai masa depan karier sang juara.
Perjalanan Pemulihan Tawanchai
Sejak insiden yang menggemparkan tersebut, Tawanchai telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ia didampingi oleh sang istri tercinta dan buah hati mereka yang baru berusia satu tahun. Dukungan moral juga datang dari berbagai atlet ONE Championship yang menjenguknya untuk memberikan semangat selama masa pemulihan.
Melalui sebuah unggahan di platform media sosial Facebook, Tawanchai akhirnya berhasil meredakan kegelisahan para penggemarnya. Ia menyatakan dengan tegas, “Saya akan bertarung lagi. Saya hanya perlu tubuh pulih 100 persen. Setidaknya perlu 7 bulan tetapi tidak lebih dari 12 bulan.” Pernyataan ini disambut dengan lega oleh banyak pihak yang sebelumnya khawatir cedera tersebut dapat mengancam kelanjutan kariernya di dunia bela diri.
Ironi di Balik Cedera
Sungguh ironis, cedera yang dialami Tawanchai justru datang dari atribut yang selama ini menjadi andalannya. Ia dikenal luas sebagai pemilik tendangan kiri mematikan yang mampu mematahkan tulang lawan. Tendangan dahsyatnya pernah menghancurkan Jamal Yusupov dan Davit Kiria dalam pertarungan-pertarungan sebelumnya. Kini, ia justru menjadi korban dari ‘senjata’ yang sama.
Dalam duel melawan Liu Mengyang, Liu secara berulang kali melancarkan tendangan ke kaki kanan Tawanchai, tepat pada titik yang sama. Pada tendangan keempat, sang juara tak kuasa menahan sakit dan terduduk di kanvas, mengalami kesulitan untuk kembali bangkit. Liu Mengyang sendiri mengakui sempat merasakan sesuatu yang tidak biasa saat tendangannya mendarat.
“Saya merasakan sebuah suara renyah. Kakinya terlalu tipis atau mungkin kaki saya yang terlalu kuat,” ungkap Liu usai pertandingan. Ia menambahkan, “Saya sangat senang dan bersemangat tetapi pada saat yang sama, saya juga khawatir akan Tawanchai. Saya melihat kakinya terluka dan saya sedikit khawatir. Saya harap dia segera sembuh.”
Dampak Kekalahan dan Proyeksi Masa Depan
Kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Tawanchai, yang saat itu sedang berada di puncak kariernya dalam disiplin Muay Thai. Ia telah berhasil mempertahankan sabuk juara kelas bulu Muay Thai dengan mengalahkan Superbon sebanyak dua kali berturut-turut.
Namun, dalam disiplin kickboxing, hasil di ONE Friday Fights 137 merupakan kekalahan TKO kedua yang beruntun di tahun ini. Sebelumnya, ia juga kalah dari Masaaki Noiri di ONE 172 pada bulan Maret lalu.
Perkiraan waktu pemulihan yang mencapai hingga satu tahun, seperti yang disebutkan oleh Tawanchai, mengindikasikan tingkat keseriusan cedera yang dialaminya. Meskipun demikian, sikap positif yang ia tunjukkan dalam pernyataannya menjadi bukti nyata dari mental juara yang pantang menyerah. Tawanchai menegaskan bahwa momen ini bukanlah akhir dari perjalanannya, melainkan hanya sebuah jeda sementara sebelum ia kembali ke arena dengan kekuatan penuh.
Sementara itu, di sisi lain ring, Liu Mengyang semakin mengukuhkan posisinya sebagai penantang utama untuk sabuk juara kelas bulu kickboxing yang saat ini dipegang oleh Superbon Singha Mawynn. Ia kini berada di barisan terdepan para penantang, bersanding dengan Marat Grigorian yang juga tengah menikmati tren kemenangan beruntun.




















