Keutamaan Dzikir Rajab 70 Kali: Arab, Latin, dan Makna

Keutamaan Dzikir di Bulan Rajab: Amalan Sunnah Penuh Berkah

Bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Sebagai salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan, bulan ini menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Rajab adalah membaca dzikir sebanyak 70 kali, yang dipercaya memiliki keutamaan luar biasa.

Bulan Rajab bukan sekadar penanda waktu, melainkan sebuah periode yang sarat makna spiritual. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 36:

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram.”

Keempat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Keistimewaan bulan-bulan ini terletak pada larangan melakukan peperangan dan penekanan pada peningkatan amal shaleh serta ketaatan kepada Allah SWT.

Lebih jauh, bulan Rajab bahkan mendapat julukan khusus sebagai “bulan Allah SWT”. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW: “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.” Julukan ini menegaskan betapa pentingnya bulan Rajab dalam perspektif ilahi dan sebagai persiapan spiritual menjelang bulan Ramadhan.

Dalam rangka memanfaatkan keberkahan bulan Rajab, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk dengan mengamalkan dzikir. Amalan ini menjadi sarana untuk memohon ampunan, rahmat, dan penerimaan taubat dari Allah SWT.

Bacaan Dzikir Rajab 70 Kali

Bacaan dzikir yang dianjurkan untuk dibaca sebanyak 70 kali di bulan Rajab adalah sebagai berikut:

  • Tulisan Arab:
    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
  • Bacaan Latin:
    Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya.
  • Terjemahan:
    “Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku.”

Dzikir ini memiliki makna mendalam, mencakup tiga permohonan penting: ampunan dosa, curahan rahmat, dan penerimaan taubat. Ketiga aspek ini merupakan pilar utama dalam perjalanan spiritual seorang Muslim untuk meraih keridhaan Allah SWT.

Waktu Membaca Dzikir Rajab

Pelaksanaan amalan dzikir di bulan Rajab ini dapat dimulai sejak awal bulan tersebut tiba. Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama, 1 Rajab 1446 H bertepatan dengan hari Rabu, 1 Januari 2025.

Merujuk pada sebuah riwayat yang tercantum dalam kitab Al-Jami’, dzikir ini sangat dianjurkan untuk dibaca oleh umat Muslim pada waktu pagi dan sore hari. Saat membacanya, disunnahkan untuk mengangkat kedua tangan sebagai bentuk pengharapan dan penyerahan diri kepada Allah SWT.

Amalan ini sebaiknya dilakukan secara konsisten sebanyak 70 kali sepanjang bulan Rajab. Rutinitas ini akan membantu membangun kebiasaan berdzikir dan memperkuat koneksi spiritual dengan Sang Pencipta.

Keutamaan Membaca Dzikir Rajab

Mengamalkan dzikir Rajab sebanyak 70 kali setiap hari memiliki keutamaan yang sangat besar, sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat. Salah satu keutamaan yang paling menonjol adalah perlindungan dari siksa api neraka.

Berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Asakir yang bersumber dari Abi Umamah, yang diriwayatkan oleh Wahab bin Munabbih dan tercantum dalam kitab Al-Jami’, disebutkan bahwa bagi siapa saja yang membaca dzikir Rajab ini, kulitnya tidak akan tersentuh oleh api neraka.

Keutamaan ini menunjukkan betapa berharganya amalan dzikir, bahkan yang terlihat sederhana sekalipun, jika dikerjakan dengan ikhlas dan istiqamah. Perlindungan dari neraka adalah dambaan setiap Muslim, dan dzikir Rajab ini menjadi salah satu jalan untuk meraihnya.

Selain itu, memperbanyak dzikir di bulan haram, termasuk Rajab, secara umum memiliki keutamaan untuk meningkatkan derajat spiritual, menghapus dosa, dan mendatangkan ketenangan hati. Bulan Rajab juga menjadi kesempatan emas untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang penuh kemuliaan. Dengan memperbanyak dzikir, kita membuka pintu rahmat dan keberkahan Allah SWT, serta memohon kekuatan untuk menjalankan ibadah-ibadah lainnya dengan lebih baik.