Sahabat Lintas Iman: Natal Berbagi di Central Park

Keriahan Natal di Tribeca Park: Lebih dari Sekadar Dekorasi, Sebuah Perayaan Kebersamaan

Hujan gerimis yang membasahi kawasan Tribeca Park, Mal Central Park, Jakarta Barat, pada Selasa malam (16/12/2025) tak mampu meredupkan antusiasme para pengunjung. Mereka berbondong-bondong mendatangi lokasi tersebut untuk menikmati suguhan dekorasi Natal yang megah dan memukau. Di tengah keramaian, tiga sahabat, Nurul, Intan, dan Yune, terlihat begitu bersemangat mencari sudut pandang terbaik untuk mengabadikan momen. Pohon Natal raksasa setinggi 33 meter menjadi magnet utama, berpadu harmonis dengan dekorasi bertema Disney Zootopia yang imajinatif.

Bagi ketiga sahabat ini, kunjungan ke Tribeca Park bukan sekadar mengikuti tren di media sosial. Nurul dan Intan, yang notabene tidak merayakan Natal, dengan tulus menemani Yune, sahabat mereka yang merayakan Hari Raya tersebut. Aksi ini menjadi cerminan nyata dari toleransi dan semangat kebersamaan di tengah perbedaan keyakinan. “Ya karena kami lebih senang hiasan-hiasan lampunya sih. Karena teman kami (Yune) juga merayakan, jadi kami sama-sama bertoleransi,” ujar Nurul, menjelaskan motivasi mereka. Momen seperti inilah yang menjadi perekat hubungan mereka, memberikan warna berbeda di luar rutinitas pekerjaan sehari-hari. “Ikut merayakan bareng-bareng ya. Jadi biar senangnya bareng,” timpal Intan, menyetujui pernyataan Nurul.

Yune menambahkan bahwa kunjungan ke dekorasi Natal di Central Park telah menjadi ritual tahunan yang terasa semakin istimewa berkat kehadiran teman-temannya. “Sejak tahun lalu lah bareng terus ke sini, teman-teman saya juga kan ikut merayakan sama saya, ikut senang, jadi kita sama-sama excited bareng,” katanya dengan nada ceria.

Keunikan Dekorasi Tribeca Park: Pohon Natal Raksasa dan Suasana Magical

Setiap tahun, area Tribeca Park selalu menyuguhkan tema dekorasi yang unik dan berbeda. Kali ini, pohon Natal setinggi 33 meter menjadi primadona, berdiri gagah di tengah taman seluas 1,5 hektar yang juga dihiasi oleh berbagai pohon Natal lainnya. “Kalau di sini kan kayak lebih ramai, terus pengunjungnya juga lebih banyak. Terus juga bedanya sama tempat lain, pohon Natal-nya lebih gede,” ungkap Yune, membandingkan dengan pengalaman di tempat lain.

Informasi mengenai kemeriahan dekorasi ini banyak tersebar melalui unggahan viral di berbagai platform media sosial. “Tahun lalu sempat datang, tapi tahun ini belum. Ternyata lihat di TikTok lagi rame banget nih foto-foto di sini. Jadi, ‘Yuk lihat,’ gitu. Pas datang, bagus banget. Menakjubkan lah. Meriah dan lucu buat foto, estetik lah,” tutur Nurul, yang terdorong untuk datang setelah melihat berbagai unggahan menarik.

Gemuruh Cahaya dan Kehangatan Natal Menyelimuti Taman

Suasana hangat dan meriah Natal terasa begitu kental di seluruh penjuru taman. Pengunjung dari berbagai kalangan tampak larut dalam kegembiraan, menikmati pertunjukan lampu (light show) yang disajikan mengikuti irama musik instrumental. Harmoni cahaya dan musik menciptakan atmosfer yang semarak dan tak terlupakan. Meskipun harus sedikit bersabar dan berbagi sudut pandang untuk mendapatkan foto terbaik, ketiga sahabat tersebut tetap menikmati setiap momen yang ada. “Susah gampang (fotonya), iya harus berebut ya. Tapi enggak apa-apa, saling antre saja gantian,” ujar Intan, menunjukkan sikap saling menghargai di antara pengunjung.

Tidak hanya kelompok pertemanan, pengunjung dari kalangan keluarga pun turut merasakan kehangatan serupa. Sena (34), seorang ibu, sengaja membawa putranya yang berusia enam tahun untuk menikmati dekorasi favoritnya, Zootopia. “Tahun ini tuh lumayan beda vibes-nya. Kebetulan anakku memang suka banget sama kartun Zootopia, jadi pas tahu ada dekorasinya, dia langsung heboh minta datang,” ujarnya, antusias.

Keunikan lain yang ditawarkan adalah area yang ramah hewan peliharaan (pet-friendly). Hal ini membuat suasana taman semakin hidup dan dinamis. Budi, seorang warga Jelambar, terlihat santai membawa dua anjing peliharaannya sambil menikmati keindahan dekorasi. “Sengaja datang mau lihat dekorasi. Seru banget sih ternyata bisa bawa hewan peliharaan ke sini sambil foto-foto,” kata Budi, merasa senang dengan fasilitas yang disediakan.

Bagi pengunjung seperti ketiga sahabat tersebut, dekorasi Natal di Central Park bukan sekadar hiasan semata. Tempat ini telah bertransformasi menjadi sebuah wadah berkumpul, sebuah arena di mana perbedaan keyakinan justru menjadi perekat yang memperkuat ikatan kebersamaan dan memupuk kebahagiaan. “Ah, boleh banget sih ya, tahun depan balik ke sini lagi, Insya Allah, semoga bisa bareng lagi ke sini,” seru Intan, menutup percakapan dengan harapan dapat kembali merasakan kemeriahan yang sama di tahun mendatang.