Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memprediksi akan mengalami lonjakan penumpang yang signifikan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). PT Angkasa Pura Indonesia (API) memperkirakan puncak kepadatan penumpang akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2025, 28 Desember 2025, dan 4 Januari 2026.
Selama periode krusial ini, pergerakan total penumpang yang datang dan berangkat melalui YIA diproyeksikan mencapai 247.787 orang. Untuk mengantisipasi dan mengelola lonjakan mobilitas masyarakat ini, API akan mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Udara Nataru 2025/2026. Posko ini akan beroperasi selama 21 hari, dimulai dari 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Posko terpadu ini berfungsi sebagai pusat komando dan koordinasi. Tujuannya adalah untuk memantau secara intensif arus penumpang, memastikan kelancaran operasional penerbangan, serta memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan efektif di tengah tingginya aktivitas perjalanan udara.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik Libur Nataru
Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Yogyakarta, Anita Herawati, merinci prediksi puncak kepadatan penumpang.
Puncak Arus Mudik Natal:
Diperkirakan terjadi pada hari Minggu, 21 Desember 2025.
Jumlah penumpang yang diprediksi mencapai 16.865 orang.
Anita Herawati menyatakan, “Proyeksi pergerakan penumpang tertinggi sebelum Natal terjadi pada hari Minggu, 21 Desember 2025.”Puncak Kepadatan Menjelang Tahun Baru:
Diprediksi kembali meningkat pada hari Minggu, 28 Desember 2025.
Total penumpang yang diperkirakan mencapai 15.169 orang.
Pada periode ini, pergerakan penumpang datang dan berangkat diperkirakan akan berimbang, didorong oleh aktivitas liburan dan kunjungan keluarga antar daerah.Puncak Arus Balik Pasca Tahun Baru:
Diproyeksikan terjadi pada hari Minggu, 4 Januari 2026.
Jumlah penumpang yang diprediksi mencapai 13.518 orang.
YIA memastikan kesiapan operasionalnya untuk mengantisipasi gelombang penumpang yang kembali ke daerah asal maupun tujuan kerja setelah libur panjang.
Anita menambahkan, “Proyeksi pergerakan penumpang sebelum tahun baru terjadi pada hari Minggu 28 Desember 2025, arus balik penumpang tertinggi setelah tahun baru, pada hari Minggu.”
Pertumbuhan dan Kapasitas Operasional
Secara keseluruhan, selama periode Nataru 2025/2026, Bandara YIA memproyeksikan pertumbuhan penumpang sebesar 3,30 persen. Pergerakan pesawat juga diprediksi meningkat, dengan total 1.557 penerbangan, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,30 persen dibandingkan dengan periode Nataru tahun sebelumnya.
Untuk mendukung kelancaran operasional, YIA mengandalkan dua sistem utama:
- Airport Operation Control Center (AOCC): Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi bandara secara real-time.
- Management Operation based on Traffic (MOT): Sistem ini memiliki kemampuan untuk memprediksi kepadatan penumpang dan mengoptimalkan penggunaan fasilitas serta sumber daya manusia yang ada.
Komitmen Pelayanan Prima
General Manager Yogyakarta International Airport, Ruly Artha, menekankan pentingnya pengoperasian posko selama 21 hari ini. Tujuannya adalah untuk memastikan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan di bandara berjalan secara optimal dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Pendirian Posko ini menjadi penanda dimulainya kesiapan penuh seluruh bandara dalam melayani perjalanan udara masyarakat pada periode libur akhir tahun. Fokus kami adalah Melayani Sepenuh Hati kepada seluruh pengguna jasa bandara untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan,” ujar Ruly Artha.
Posko Nataru juga menjadi platform kolaborasi penting bagi seluruh pemangku kepentingan di YIA. Ini mencakup regulator, maskapai penerbangan, operator ground handling, AirNav Indonesia, personel TNI/Polri, serta instansi terkait lainnya. Sinergi antar pihak ini sangat krusial untuk menjamin kelancaran operasional dan kenyamanan seluruh penumpang.
Kesiapan Infrastruktur dan Sistem
Selain kesiapan sistem dan sumber daya manusia, infrastruktur di Bandara Internasional Yogyakarta juga dipastikan dalam kondisi prima. Aspek-aspek penting seperti:
- Runway
- Taxiway
- Apron
- Sistem kelistrikan
- Sistem drainase
Semua elemen infrastruktur sisi udara ini telah melalui pengecekan dan dipastikan siap untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan selama periode libur Nataru yang padat.
Melalui kombinasi kesiapan infrastruktur yang kuat, penguatan sistem operasional yang canggih, inovasi layanan yang terus ditingkatkan, serta sinergi yang solid dari seluruh pemangku kepentingan, Bandara Internasional Yogyakarta berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh perjalanan udara masyarakat selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.























