Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada Minggu, 18 Oktober 2026. Peringatan yang diumumkan untuk besok itu mencakup hujan sedang, hujan lebat, hujan sangat lebat, hingga angin kencang, berdasarkan pemantauan di laman resmi BMKG per Sabtu pagi, 17 Oktober 2026.
Dalam kategori siaga, BMKG menempatkan potensi hujan lebat sampai sangat lebat di beberapa daerah. Informasi ini menjadi perhatian karena berhubungan dengan meningkatnya risiko gangguan aktivitas masyarakat, mulai dari transportasi, pekerjaan luar ruang, hingga kemungkinan genangan di wilayah rawan. Namun, sumber yang tersedia hanya menegaskan adanya daftar wilayah terdampak, tanpa merinci semuanya satu per satu.
Peringatan cuaca tersebut juga tidak lepas dari kondisi musim yang sedang berlangsung. BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa awal musim hujan 2026/2027 diperkirakan mundur dari pola normal di 529 zona musim, yang setara dengan 61,08 persen wilayah Indonesia. Artinya, sebagian besar daerah belum akan langsung memasuki musim hujan pada waktu yang biasanya terjadi menurut rerata klimatologis.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dalam konferensi pers 22 September 2026, menyebut kondisi atmosfer dan laut pada tahun ini dipengaruhi anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 Samudra Pasifik. Pada akhir Agustus 2026, nilainya tercatat +2,83, sementara indeks ENSO untuk periode Juli-Agustus-September berada di angka +2,63. Menurut BMKG, angka tersebut menunjukkan El Nino yang sangat kuat.
Di sisi lain, Samudra Hindia juga menunjukkan indeks Indian Ocean Dipole (IOD) sebesar +0,376 pada Agustus dan berpeluang bergerak ke fase positif hingga akhir tahun. Faisal mengatakan kombinasi dua fenomena itu membuat periode kering di banyak wilayah Indonesia menjadi lebih panjang, sehingga musim hujan datang terlambat dan cenderung berlangsung lebih singkat.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menambahkan bahwa awal musim hujan di Indonesia tidak terjadi serentak. Menurut dia, 185 zona musim yang mencakup 24,66 persen wilayah Indonesia baru akan mulai hujan pada November 2026. Sementara itu, 266 zona musim lain, atau 17,31 persen wilayah, diperkirakan memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap memperhatikan pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG, terutama bagi daerah yang masuk kategori hujan lebat hingga sangat lebat. Informasi lanjutan mengenai wilayah-wilayah yang diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November dan Desember disebut tersedia dalam rilis BMKG, meski daftar lengkapnya tidak dicantumkan dalam materi sumber ini.






















