Berita  

Jembatan Ambruk, DPRD Desak Pemkab Pandeglang Bertindak!

Panbil Mall

Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, Jojon Suhendar Andri, memberikan tanggapannya terkait ambruknya jembatan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Jembatan ini merupakan akses vital bagi Desa Tugu, Cibadak, dan Rancapinang.

Jojon, seorang politisi dari Partai Gerindra, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang untuk segera mengambil tindakan terhadap jembatan yang ambruk tersebut. “Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten. Hari ini tim survei akan diturunkan. Saya mendorong agar segera dibuatkan jembatan sementara, supaya akses warga tetap berjalan,” ujarnya melalui sambungan telepon pada hari Senin, 8 Desember 2025.

Lebih lanjut, Jojon juga meminta Pemkab Pandeglang untuk melakukan audit terhadap infrastruktur jalan dan jembatan yang telah dibangun. Menurutnya, audit ini sangat penting untuk mengetahui kualitas bangunan infrastruktur tersebut. “Harus ada penanganan serius. Sebaiknya audit infrastruktur perlu dilakukan, tidak hanya pada jembatan itu saja (Keramatjaya), tetapi semua infrastruktur jembatan yang ada di Pandeglang,” katanya.

“Karena jembatan itu urat nadi ekonomi, lalu lintas masyarakat, anak sekolah, dan layanan lainnya,” sambungnya, menekankan betapa pentingnya infrastruktur jembatan bagi kehidupan masyarakat.

Sebagai Ketua Fraksi Gerindra, Jojon mengaku prihatin atas ambruknya jembatan yang sudah lapuk dimakan usia. Ia menyadari bahwa kondisi jembatan tersebut dapat membahayakan warga. “Saya prihatin atas robohnya jembatan, karena merupakan urat nadi bagi masyarakat tiga desa,” ucapnya.

Kronologi Ambruknya Jembatan

Sebelumnya, jembatan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, memang telah ambruk. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 7 Desember 2025, sekitar pukul 15.00 WIB sore. Tiga desa yang terisolasi akibat kejadian ini adalah Desa Tugu, Cibadak, dan Rancapinang.

“Iya, ambruk tadi sore. Dan itu menjadi akses utama warga tiga desa, sekarang terputus,” ujar Debin, seorang warga setempat, melalui sambungan telepon.

Menurut penuturan Debin, jembatan tersebut ambruk setelah dilintasi oleh sebuah mobil yang mengangkut kayu. Kondisi jembatan yang sudah lapuk dan termakan usia menjadi faktor utama penyebab ambruknya jembatan tersebut. “Pas dilintasi mobil kayu, ambruknya. Tambah lagi jembatannya sudah bolong, dan sudah ditambal menggunakan pohon kelapa,” ungkapnya. “Nah, itu ambruk sama mobil-mobilnya juga,” lanjutnya.

Debin menjelaskan bahwa jembatan yang ambruk tersebut merupakan jalan lintas milik Kabupaten. “Akses jalan Kabupaten dan termasuk jalur utama mobilitas warga terputus,” katanya.

Syukurnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Korban tidak ada, sopir yang terjebak berhasil diselamatkan oleh warga,” ujarnya.

Harapan Warga

Debin dan warga lainnya sangat berharap agar pihak terkait segera melakukan perbaikan jembatan yang ambruk tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah dapat bertindak cepat, sehingga mobilitas warga dapat kembali berjalan lancar.

Pentingnya Tindakan Cepat dan Komprehensif:

  • Pembangunan Jembatan Sementara: Jojon Suhendar Andri menekankan pentingnya pembangunan jembatan sementara sebagai solusi jangka pendek. Hal ini akan memulihkan aksesibilitas warga dan memastikan kegiatan ekonomi serta sosial tetap berjalan.

  • Audit Infrastruktur Menyeluruh: Audit infrastruktur yang diusulkan Jojon sangat krusial untuk mengidentifikasi potensi masalah pada jembatan dan jalan lain di seluruh Kabupaten Pandeglang. Audit ini harus mencakup pemeriksaan kualitas material, desain, dan pemeliharaan.

  • Perencanaan dan Pembangunan Jangka Panjang: Selain perbaikan darurat, pemerintah daerah perlu merencanakan dan membangun jembatan permanen yang kuat dan tahan lama. Proses ini harus melibatkan ahli teknik sipil dan mempertimbangkan faktor-faktor seperti volume lalu lintas, kondisi tanah, dan potensi bencana alam.

  • Partisipasi Masyarakat: Proses perbaikan dan pembangunan kembali jembatan harus melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Warga memiliki pengetahuan lokal yang berharga dan dapat memberikan masukan yang relevan untuk memastikan solusi yang efektif dan berkelanjutan.

  • Transparansi dan Akuntabilitas: Pemerintah daerah harus memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam semua tahap perbaikan dan pembangunan kembali jembatan. Informasi tentang anggaran, jadwal, dan kemajuan proyek harus tersedia bagi publik.

Dengan tindakan cepat, komprehensif, dan partisipatif, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dapat mengatasi dampak ambruknya jembatan dan membangun infrastruktur yang lebih baik untuk masa depan.