Batam  

BP Batam Bakal Adopsi Prinsip Pembangunan ala OIKN

Batam Adopsi Pembangunan IKN
Penampakan Istana Kepresidenan Indonesia di Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada tanggal 11 Juli 2024. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)

Patrolmedia, Batam – Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan bakal mengadopsi sejumlah prinsip pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diterapkan OIKN untuk pengembangan infrastruktur Batam.

Hal itu disampaikannya saat FGD Perencanaan Infrastruktur yang Modern, Handal, dan Berkelanjutan bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) di Kantor Kemenko 3 Ibu Kota Nusantara, Kalimantan, Jum’at (4/12/2025).

“Dalam mengembangkan infrastruktur, kita harus merencanakan sebaik mungkin karena yang disiapkan tidak hanya untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi saat ini, tetapi harus mampu menjawab tantangan di masa depan,” kata Mouris.

“Karena itu, hal-hal yang kami pelajari dari OIKN atas pembangunan infrastruktur modern yang telah terlaksana, akan kami coba implementasikan dalam beberapa pembangunan infrastruktur Batam kedepan,” lanjutnya.

Menurut Mouris, IKN menjadi destinasinya bersama tim untuk memperdalam referensi pembangunan infrastruktur karena kawasan itu memiliki berbagai infrastruktur modern.

“Saat tiba di IKN dan melihat infrastrukturnya, saya semakin percaya bahwa tujuan kami mempelajari perencanaan serta pengembangan infrastruktur yang modern, handal, dan berkelanjutan disini sudah sangat tepat,” ujarnya.

Ia meyakini kolaborasi ini dapat melahirkan berbagai gagasan serta inovasi pembangunan infrastruktur yang lebih baik bagi Batam dan IKN.

“Terima kasih atas penerimaan yang baik dari OIKN atas kunjungan studi ini, kami yakin kolaborasi yang baik antara BP Batam dengan OIKN dapat terus membawa kemajuan dari sisi infrastruktur bagi kedua wilayah ini,” tutup Mouris.

Mouris bersama jajarannya berencana meninjau sejumlah fasilitas di kawasan Istana IKN.

Rangkaian kunjungannya adalah, Rusun OIKN, Multi-Utility Tunnel, Jembatan dan Dermaga Logistik, Bandara IKN, instalasi IPAL dan TPST KIPP, PLTS IKN, serta Instalasi Pengolahan Air dan Bendungan Sepaku Semoi.

Sekretaris OIKN, Bimo Adi Nursanthyasto berharap materi yang menjadi pokok diskusi itu dapat memberikan pencerahan bagi kedua pihak.

“Terima kasih atas kunjungan BP Batam ke OIKN, harapannya pertemuan ini dapat menjadi ruang diskusi yang baik serta dapat memberikan tambahan referensi bagi BP Batam dalam memajukan Batam,” ucapnya.

Sebagai informasi, OIKN menerapkan 8 prinsip dalam pembangunan dan pengembangan IKN.

Prinsip tersebut mencakup desain yang selaras dengan kondisi alam, nilai Bhinneka Tunggal Ika, konektivitas yang baik, mobilitas aktif dan mudah diakses, dab rendah emisi karbon.

Lalu, memiliki sistem yang sirkuler dan tangguh, lingkungan aman dan terjangkau, pemanfaatan teknologi meningkatkan kenyamanan dan efisiensi, serta penciptaan peluang ekonomi bagi semua.

Seluruh prinsip ini menjadi dasar OIKN untuk mewujudkan IKN sebagai kota berkelanjutan berkelas dunia, simbol identitas nasional, sekaligus motor penggerak ekonomi Indonesia di masa depan.

 

Editor: Erwin Syahril