Patrolmedia, Batam – Aston Nagoya City Hotel terus berinovasi dengan menghadirkan pengalaman kuliner bertajuk Peranakan lewat program makan siang Oriental Symphony.
Video: Beragam Menu Peranakan Aston Nagoya yang Menggugah Selera
Konsep ini ternyata lebih dulu diracik sejak September lalu dan mulai mendapat respons positif dari para tamu.
Executive Chef Aston Nagoya City Hotel, Taufik Hidayat, membeber sajian itu terinspirasi dari kekayaan budaya dan cita rasa kawasan Sijori (Singapura, Johor, dan Riau) yang selama ini punya kedekatan kultur kuliner.
“Batam kan dekat dengan negara tetangga, maka kalau istilah kita ada Sijori kan, Singapura, Johor, Riau. Tipikal masakan kita juga hampir mirip-mirip tipis, nggak terlalu jauh. Untuk dimensi, rempah-rempah, dan tastenya mirip sekali,” ujar Chef Taufik, saat ditemui di Shiso Restaurant lantai 1, Aston Nagoya City Hotel, Jumat, (21/11/2025).
Ia menjelaskan, masakan peranakan dipilih karena karakter makanannya dianggap dekat dengan lidah warga Batam.
Menurutnya, kota Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, menjadikan cita rasa peranakan begitu familiar.
Perpaduan Melayu, China, dan sentuhan Asia Tenggara membuat menu-menu ini mudah diterima serta memiliki identitas yang kuat.
Setiap Jumat, Oriental Symphony hadir dengan rolling menu yang terus diperbarui. Ragam hidangan laut ini menjadi salah satu magnet utamanya.
“Kami punya Prawn Nyonya Sauce, hidangan udang dengan bumbu nyonya yang identik dengan cita rasa Melayu,” ujar Taufik.
Di samping itu, tersedia pula mushroom dan tofu skin, aneka sayuran, sesame mee-hoon chicken, steamed fish soy ginger, martabak kari ayam dan lainnya yang menambah variasi menu.
Salah satu daya tarik lain ada pada fragrant rice berwarna-warni yang menggunakan beras basmati.
Menurut Chef Taufik, basmati dipilih karena teksturnya ringan dan aromatik, sekaligus banyak dipakai di Singapura.
Nasi warna-warni ini dibuat agar lebih menggugah selera dan memberi pengalaman visual yang menarik.
“Basmati kan nasinya India, tapi kita padukan. Karena di Singapura juga banyak juga pakai beras ini,” terangnya.
Tak hanya itu, ada juga hidangan crispy garlic chicken di Oriental Symphony, menu yang disebut-sebut menjadi salah satu favorit para tamu mereka.
Kerenyahan ayam dengan aroma bawang yang kuat membuat menu ini jadi lekas habis dalam setiap penyajian.
Namun, yang paling dibanggakan Chef Taufik adalah hidangan laksa homemade yang menjadi signature dish.






















