Obesitas kini menjadi masalah yang sering dihadapi oleh banyak orang. Kelebihan berat badan tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan beberapa jenis kanker. Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Bagi seseorang yang ingin memiliki berat badan ideal, tidak hanya pilihan makanannya yang perlu diperhatikan, tetapi juga waktu makan. Hal ini terutama berlaku untuk waktu makan malam. Makan terlalu larut dapat mengganggu kualitas tidur dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, sehingga menghambat proses pembakaran lemak dalam tubuh.
Ashley Lucas, seorang ahli gizi, menekankan bahwa kunci sukses dalam menjaga berat badan adalah dengan mengikuti arahan matahari. Pola ini membantu meningkatkan metabolisme dan mengatur hormon dalam tubuh. Menurutnya, tubuh, metabolisme, dan hormon kita paling efisien dalam mencerna dan memetabolisme makanan di siang hari. “Jadi, usahakan untuk menyelesaikan makan malam Anda pada pukul 18.00 hingga 19.00 dan beri jeda minimal 12 jam sebelum makan berikutnya,” ujarnya.
Alasan Makan Malam Sebelum Pukul 19.00
Ashley tidak menyarankan untuk makan setelah pukul 19.00 karena sudah mendekati waktu tidur. Menurutnya, jika makan terlalu dekat dengan waktu tidur, maka kualitas tidur akan terganggu. “Makan menjelang waktu tidur bisa memengaruhi kualitas tidur Anda, yang menyebabkan malam-malam yang kurang nyenyak. Selain itu, ada faktor genetik yang menghubungkan kebiasaan makan larut malam dengan risiko diabetes tipe dua yang lebih tinggi,” katanya.
Selain itu, melewatkan makan dan mengemil di malam hari juga tidak ideal bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Jam biologis harian dan tidur memengaruhi bagaimana tubuh memetabolisme makanan. Pilihan untuk membakar lemak atau karbohidrat berubah tergantung pada waktu siang atau malam. Ritme sirkadian tubuh telah memprogram tubuh untuk membakar lemak saat tidur, jadi ketika seseorang melewatkan sarapan lalu mengemil di malam hari, itu sama saja dengan menunda proses pembakaran lemak.
Namun, waktu makan malam yang tepat juga berkaitan erat dengan waktu tidur. Michelle Routhenstein, ahli gizi kardiologi preventif dan pendidik diabetes bersertifikat, menyarankan untuk makan dua hingga tiga jam sebelum tidur. Hal ini membantu pencernaan, mendukung tidur yang lebih nyenyak, serta menjaga gula darah tetap stabil. “Pada malam hari, tubuh menjadi kurang efisien dalam menangani gula, sehingga makan larut malam dapat menyebabkan gula darah lebih tinggi dan mengganggu tidur pada sebagian orang,” ujarnya.
Dengan memperhatikan waktu makan, terutama makan malam, seseorang dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Tidak hanya membantu dalam menjaga berat badan, tetapi juga memengaruhi kualitas tidur dan risiko penyakit kronis. Dengan mengatur pola makan sesuai dengan ritme alami tubuh, seseorang bisa mencapai keseimbangan yang optimal antara kesehatan fisik dan kualitas hidup.






















