Video: Akademisi China Marahi Perwira Militer Israel: Anda Tak Akan Pernah Menang

Akademisi China
Aka
Akademisi China
Akademisi ternama China Yan Xuetong menegur keras perwira militer Israel soal kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap warga Gaza, Palestina. Debat sengit itu terjadi di forum Xiangshan ke-12 China, Beijing, Rabu (17/9/2025).  (Foto: Screenshot/Video)

Patrolmedia, Beijing – Akademisi China Yan Xuetong dari Universitas Tsinghua mengkritik keras soal kejahatan perang Israel terhadap warga Gaza Palestina.

Video: Yan Xuetong Semprot Perwira Militer Israel di Forum Xiangshan

Teguran garang itu disampaikan Yan langsung dihadapan perwira militer Israel, Elad Shoshan dalam Forum Xiangshan ke-12 China, Beijing, Rabu (17/9/2025).

Dalam video viral yang dilansir dari China News Srevice Minggu (21/9/2025), pernyataan Yan Xuetong memicu reaksi dan viral di media sosial yang menyebutkan militer Israel harusnya membunuh teroris, bukan anak-anak dan wanita.

“Anda seharusnya menembak teroris, bukan anak-anak dan wanita,” cetus Yan kepada Elad, dikutip dari video tersebut.

Perdebatan sengit Yan dan Elad pun terjadi dalam argumentasi tersebut.

Dalam video, memperlihatkan Akademisi China itu memberi solusi 2 negara dan Israel diminta berkerjasama dengan pemerintah Palestina untuk melawan terorisme.

“Solusi saya, negara anda pergi ke PBB dan bekerjasama dengan PBB, lalu sepakati solusi 2 negara,” jelasnya.

“Untuk mendirikan negara Palestina, maka anda akan mendapatkan 2 negara, dan anda bisa bekerja sama dengan Palestina melawan teroris,” lanjutnya.

Yan menegaskan, jika Israel tak melakukan kerjasama dengan pemerintah Palestina, maka jangan harap militer Israel akan menang melawan teroris.

“Jika anda tak bekerja sama dengan Palestina, anda tak akan pernah menang melawan teroris,” tegasnya.

Dalam rekaman tersebut, Yan Xuetong juga menyinggung jumlah korban tewas di Gaza akibat gempuran tanpa ampun Israel.

Ia membeber angka kematian warga Gaza yang dilakukan militer Israel hampir mencapai 70.000.

“Sebetulnya, negara (Israel) anda sudah membunuh 70 ribu lebih warga sipil (Gaza),” ungkap Yan Xuetong.

Menurut data resmi Kementerian Kesehatan Palestina, hingga 17 September 2025, jumlah korban meninggal di Gaza telah mencapai 65.062 orang.

Angka ini terus memicu perhatian dunia internasional dan memperdalam kritik terhadap operasi militer Israel di wilayah tersebut.

Merespon itu, Elad membantah pernyataan Yan.

“Kami telah berupaya untuk tidak melukai warga sipil seperti contohnya akhir-akhir ini,” kata Elad, menimpali pembicaraan Yan.

Menurutnya, perang akan segera berakhir melawan Hamas yang diklaim Israel sebagai organisasi teroris.

Elad percaya diri bahwa Hamas akan menyerahkan sandera Israel dan meletakkan senjata mereka.

“Kami tak akan berhenti berperang selama mereka (Hamas) masih menahan sandera kami,” kata dia.

Yan dalam perdebatan sengit itu menyebut, propaganda yang dilakukan Israel dinilai berlebihan dan tidak akan ada yang mempercayai itu.

Forum Xiangshan sendiri dikenal sebagai wadah dialog pertahanan dan keamanan internasional yang digagas Tiongkok.

Forum keamanan internasional ini juga kembali menegaskan posisi China sebagai pihak yang aktif mendorong dialog dan perdamaian di tengah perang Gaza yang kian memanas.

Namun, debat terbuka antara akademisi Tsinghua dan perwira militer Israel menambah ketegangan politik yang mewarnai forum tersebut.

 

(Kml/EN)