Prabowo Minta Kapolri Naikkan Pangkat Bagi Polisi yang Terluka Akibat Demo Ricuh

Naik Pangkat Polisi
Pre
Naik Pangkat Polisi
Presiden Prabowo usai menjenguk 43 polisi dan 3 warga di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025), yang menjadi korban demo ricuh DPR RI. (Foto: Screenshot/Sekretariat Presiden)

Patrolmedia, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk naikkan pangkat polisi yang terluka saat mengamankan aksi demo DPR.

VIDEO: Prabowo Ungkap Ada Upaya Makar di Balik Demo Agustus

Melansir kanal Sekretariat Presiden, menurut Prabowo para polisi tersebut telah berjasa besar membela negara dan membela rakyat.

“Saya sampaikan kepada Kapolri, saya minta semua petugas (terluka) naikkan pangkat luar biasa karena bertugas di lapangan, membela negara, membela rakyat, menghadapi anasir-anasir,” kata Prabowo setelah menjenguk polisi dan masyarakat yang dirawat Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).

Ia menyebut, setidaknya 43 polisi yang terluka beberapa diantaranya mengalami cidera parah.

Ia melihat sejumlah polisi, ada yang mengalami cidera jari telunjuk putus akibat serangan petasan, operasi tempurung kepala yang diganti dengan titanium dan lain petugas terluka lainnya.

“Alhamdulillah dapat disambung lagi (jari putus),” ujarnya.

Prabowo juga menjenguk 1 anggota polisi mengalami kerusakan ginjal karena diinjak-injak pendemo.

“Yang paling parah ginjalnya diinjak-injak sampai rusak. Beliau sekarang harus cuci darah,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, demonstrasi yang murni menyampaikan aspirasi tentu dilindungi dengan catatan harus mengikuti aturan hukum.

Aksi unjuk rasa wajib berlangsung damai, mendapatkan izin, serta dihentikan maksimal pukul 18.00 WIB.

“Hak menyampaikan pendapat dilindungi undang-undang, tapi ada ketentuannya. Demonstrasi harus damai sesuai UU. Kalau UU bilang demo harus minta izin dan mendapat izin, serta berhenti jam 18.00,” kata Prabowo.

Selain menjenguk polisi yang terluka saat mengamankan demo DPR RI, Prabowo juga menjenguk 3 warga yang tak terlibat demo, namun menjadi korban saat demo berlangsung.

“Satu adalah perempuan (warga) yang mau kepasar naik motor, dipatahkan pahanya dan motornya diambil oleh.., yang katanya demonstran atau apa, yang jelas ini perusuh ya,” kata Prabowo.

Prabowo juga menceritakan 4 ASN yang tidak bersalah dan berpolitik menjadi korban demo anarkis yang terjadi di Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Gedung DPR dibakar. Ini tindakan-tindakan  makar. Ini bukan penyampaian aspirasi,” sebutnya.

“Semua aparat negara akan selidiki, siapa yang bertanggung jawab, saya menduga sudah ada indikasi-indikasi dan kita akan tidak ragu-ragu,  saya akan hadapi mafia-mafia yang sekuat apapun saya hadapi,  atas nama rakyat,” tegasnya.

Prabowo juga menyinggung soal upaya pemerintahannya untuk memberantas korupsi, meskipun ada mafia-mafia yang memiliki kekuatan.

“Demi Allah saya tidak akan mundur setapak pun. Saya yakin rakyat bersama saya,” tegas Presiden.

 

(Ipl/Ft)