
Pengumuman Carney dikritik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel.
Kemlu Israel tak terima pengakuan dari 3 negara itu, Kanada, Prancis dan Inggris.
Israel menolak pengumuman Kanada dan menyebutnya sebagai hadiah untuk Hamas.
Dalam sebuah posting di X, disebutkan rencana Kanada dianggap merugikan upaya untuk mencapai gencatan senjata di Gaza dan kerangka kerja untuk pembebasan para sandera.
Partai Konservatif Kanada Persoalkan pengumuman Carney.
“Mengakui negara Palestina setelah kekejaman teroris 7 Oktober mengirimkan pesan yang salah kepada dunia,” kata partai oposisi dalam sebuah pernyataan.
Perdana Menteri Kanada telah mendapat tekanan untuk membahas kenegaraan Palestina sejak Inggris dan Prancis – sekutu dekat Kanada – mengeluarkan pernyataan mereka.
Carney juga menekankan kalau Kanada membuat keputusan kebijakan luar negeri sendiri, tanpa pengaruh dari Inggris dan Prancis.
AS, sekutu dekat Israel, belum mengikuti langkah tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pengakuan itu akan membuat kemungkinan kesepakatan perdagangan antara AS dan Kanada sangat sulit.
“Wow! Kanada baru saja mengumumkan dukungannya terhadap status kenegaraan Palestina. Hal itu akan sangat menyulitkan kami untuk mencapai Kesepakatan Dagang dengan mereka,” tulis Trump di akun Truth Social miliknya, Kamis, (31/7/2025).
Kanada adalah salah satu mitra dagang terbesar AS, dan Gedung Putih sedang berunding dengan sejumlah negara jelang Jumat ini (1/8/2025), saat serangkaian tarif AS berlaku.
Terkini, dari 193 negara yang tergabung di PBB, 147 negara secara resmi mengakui kenegaraan Palestina.
Selain itu, sebanyak 200 mantan duta besar dan diplomat Kanada menandatangani surat dukungan untuk Carney dalam mengakui negara Palestina, pada Selasa (29/7).
“Diabaikan setiap hari dengan pengungsian besar-besaran, pemboman tanpa pandang bulu, dan kelaparan warga sipil Palestina di Gaza, serta serangan kekerasan oleh pemukim ekstremis di Tepi Barat,” isi surat dukungan tersebut.
Jika Prancis dan Inggris secara resmi mengakui negara Palestina, maka AS -dan sekutu kuatnya Israel, akan menjadi satu-satunya anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang tidak mengakui.
Saat ini, akses berita dan media sosial sangat terbatas di Gaza, tetapi sejumlah warga Palestina bersyukur.
Seorang jurnalis di Gaza, Imad Abu Shawish merespon terkait dukungan Kanada untuk mengakui negara Palestina.
“Tamparan lagi untuk Israel, kali ini dari Kanada, setelah Prancis dan Inggris. Setiap pengakuan membawa kita selangkah lebih dekat ke impian kita akan sebuah negara merdeka,” tulis Shawish di laman Facebook.
Editor: Fatmi Rahim






















