Rusia bombardir Ukraina
Ukraina mencoba damai dengan menawarkan gencatan senjata 30 hari tanpa syarat dan mengajak Presiden Rusia Vladimir Putin duduk bareng.
Kremlin menolak mentah-mentah, mereka tetap kekeh sama syarat-syarat absurd dan nol kompromi.
“Kremlin terus berupaya untuk secara keliru menggambarkan Rusia bersedia terlibat dalam negosiasi dengan itikad baik untuk mengakhiri perang di Ukraina, meskipun Rusia berulang kali menolak untuk menawarkan konsesi apa pun,” kata Institut Studi Perang, lembaga pemikir yang berpusat di Washington, Kamis malam.
Target Serangan
Ukraina menargetkan pangkalan udara, tangki BBM, pusat logistik militer Rusia.
Sementara, Rusia menghajar permukiman sipil, infrastruktur sipil, gedung apartemen.
“Perbedaannya … adalah Ukraina menyerang target militer yang sah, seperti pesawat yang diperlengkapi untuk mengebom anak-anak kita. Rusia menargetkan daerah permukiman, warga sipil, dan infrastruktur penting,” tulis Sybiha di X. “Menempatkan Ukraina dan Rusia pada posisi yang setara tidak dapat diterima.”
Kyiv & Kota Lain Porak-Poranda
Di Kyiv, drone jatuh picu kebakaran di banyak distrik. 2.000 rumah gelap total, listrik mati. Di Ternopil, 10 orang luka, pabrik rusak, air bersih terganggu. Serangan juga nyasar ke Poltava, Lviv, Khmelnytskyi, dan Chernihiv.
Seorang anak (14) warga Kyiv, Vitalina Vasylchenko berlindung di garasi parkir bersama saudara perempuannya (6) dan ibu mereka setelah getaran ledakan bom menjatuhkan jendela rumah mereka.
“Saya pikir saya bakal mati. Jendela copot, ledakan keras, serangan panik,” kata Vasylchenko.
Ukraina tak tinggal diam, drone menyasar ke Moskow dan beberapa wilayah lain hingga bandara sempat ditutup. Belgorod juga kena sabotase rel kereta dan membuat lokomotif anjlok.
Rusia mengklaim menjatuhkan 174 drone.






















