Kejar Proyeksi Ekonomi 10%, BP Batam Rancang 4 Langkah Strategis

Ekonomi
BP
Proyeksi Ekonomi BP Batam
BP Batam mengundang para pelaku usaha dan investor dalam sosialisasi skem Simplifikasi perizinan di KPBPB. (Foto: Ist)

Patrolmedia, Batam -:- BP Batam telah merancang 4 langkah strategis untuk mengejar proyeksi ekonomi 10%, dengan melibatkan pelaku usaha dan investor.

3 Deputi BP Batam mengundang para investor dan pelaku usaha untuk berdiskusi dan sosialisasi skema Simplifikasi Perizinan di KPBPB Batam.

“Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 2029 dari Bapak Presiden adalah sebesar 8% dan untuk Batam lebih tinggi lagi yakni 10%,” kata Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Francis, saat diskusi bersama pelaku usahaa di Ruang Balairungsari BP Bata, Selasa (3/6/2025).

Untuk mencapai target 10% tersebut, BP Batam mendesain 4 langkah stategis diantaranya:

  1. Rencana simplifikasi perizinan lahan tanpa mengurus Fatwa Planologi dan Izin Pematangan Lahan;
  2. Upaya mengembalikan sejumlah perizinan yang masih diterbitkan oleh K/L terkait dan dialihkan kembali ke BP Batam;
  3. Membuat Dashboard Pengaduan Real Time untuk Pelaku Usaha;
  4. One Stop Service terpusat (BP Batam dan Pemko Batam) dan upaya strategis lainnya.

Fary mengatakan, pihaknya masih terus bersafari mengunjungi kawasan Industri untuk menampung persoalan dan aktif memetakan terkait kendala investasi untum merancang solusinya.

“Ini untuk menjaga tujuan investasi yang inklusif dan mencapai target pertumbuhan ekonomi dari pak Presiden,” kata Fary.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur Mouris Limanto mengatakan, alur perizinan lahan yang sebelumnya memakan waktu ±70 hari, kini akan dipersingkat dengan meniadakan Fatwa Planologi dan Izin Pematangan Lahan.

“Setelah kami lakukan kajian, Pematangan Lahan inilah yang menyebabkan tanah matang (gundul), karena fakta di lapangan hanya dimatangkan lalu tidak ditindaklanjuti pengalokasi lahan. Ini dapat menyumbangkan banjir,” ungkap Mouris.

Berdasarkan kajian itu, pihaknya mendesain langkah simplifikasi perizinan dan mengundang para pelaku industri dan investor untuk bersama menyempurnakan desain simplifikasi yang telah dirancang.

“Dari kajian yang kami buat maka dibutuhkan penyederhanaan perizinan dan timeline yang cepat, ini yang sedang kami rancang dan pada kesempatan ini kami minta masukan dari para pelaku usaha untuk memperkaya rencana ini,” kata Mouris.

Ketua DPD REI Batam, Robinson Tan menyambut positif langkah tersebut. Ia bersama pelaku usaha dan asosiasi lainnya berharap rancangan ini dapat terlaksana sesuai harapan.

“Terobosan sangat luar biasa bila perizinan di K/L bisa ditarik ke Batam. Kami pengusaha siap mendukung. Kami pelaku usaha properti berharap dukungan BP Batam dalam hal kepastian timeline perizinan yang terukur,” ujar Robinson.

“Karena industri merupakan penyokong pertumbuhan ekonomi di Batam,” tambah dia.

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Francis; Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur Mouris Limanto; serta Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad memimpin jalannya diskusi dan paparan.

 

Editor: Fatmi Rahim