Idul Fitri di Arab Saudi Resmi Ditetapkan Hari ini Minggu, 30 Maret 2025

Idul Fitri di Arab Saudi
Ilustrasi warga Arab Saudi memantau hilal pertama yang menandai dimulainya bulan suci Ramadan di kota Hautat Sudair, Saudi selatan, pada 28 Februari.(Foto: AFP)
Idul Fitri di Arab Saudi
Ilustrasi warga Arab Saudi memantau hilal pertama yang menandai dimulainya bulan suci Ramadan di kota Hautat Sudair, Saudi selatan, pada 28 Februari.(Foto: AFP)

Patrolmedia, Rabat -:- Hari Raya Idul Fitri di Arab Saudi resmi ditetapkan hari ini pada Minggu, 30 Maret 2025.

Negara Teluk itu mengumumkan tanggal resmi setelah komite keagamaan melakukan penampakan hilal pada Sabtu.

Dilansir moroccoworldnews, berdasarkan hasil pengamatan bulan, panitia telah melihat bulan sabit pada bulan 1 Syawal, bulan kesepuluh dalam kalender Islam.

Konfirmasi ini berarti bahwa hari Minggu menandai Idul Fitri di Arab Saudi sekaligus mengumumkan berakhirnya bulan suci Ramadan yang berlangsung selama 29 hari atau 30 hari tahun ini, karena Arab Saudi mulai berpuasa sejak tanggal 1 Maret 2025 lalu.

Banyak negara lain yang mengukuhkan hari Minggu sebagai Idul Fitri, termasuk Qatar.

Idul Fitri merupakan hari raya yang dirayakan umat Islam di seluruh dunia, namun hari raya ini sangat istimewa di negara-negara Islam, dan adat istiadat serta tradisinya berbeda dari satu daerah ke daerah lain.

Perayaan dimulai dengan salat subuh di seluruh masjid di negara itu, yang mempertemukan jutaan orang yang mengenakan berbagai pakaian tradisional.

Begitu jamaah masjid kembali dari salat, mereka dapat menikmati sarapan pagi yang lezat, dengan meja-meja yang menyediakan makanan manis, kurma, jus, susu, dan teh.

Di negara Teluk, hidangan buka puasa Idul Fitri tidak lengkap tanpa kopi Saudi.

Umat ​​Muslim juga menikmati makan siang pertama mereka di siang hari, setelah berpuasa selama sebulan.

Mereka berkumpul di meja makan di rumah, berbagi waktu istimewa dengan teman dan keluarga.

Di Arab Saudi, meja-meja ini mungkin diisi dengan kabsa daging, roti “al-qursan”, “jareesh” dengan ayam, serta sayuran, biryani, dan hidangan lezat lainnya.

Di Maroko, keluarga akan menyajikan couscous biasa dengan tujuh sayuran, yang lain memilih untuk memasak hidangan khusus seperti “tefaya,” yaitu couscous dengan bawang karamel, dan “djaj mhmer,” yaitu ayam panggang dengan rempah-rempah dan saus gurih yang terkenal yang disebut “deghmira.”

 

Editor: Fatmi Rahim