BEI-OJK Memperkuat Sinergi Antar Pelaku Pasar Modal

BEI-OJK Perkuat Sinergi
Nusr

BEI-OJK Memperkuat Sinergi

BEI-OJK Memperkuat Sinergi
Ilustrasi IHSG anjlok akibat kekhawatiran ekonomi dan kebijakan sosial pemerintah. (Foto: Ist)

Melalui diskusi yang diselenggarakan bersama para pemangku kepentingan pasar modal ini, inisiatif yang diusung oleh OJK telah disambut baik dan didukung implementasinya.

Masukan itu diharapkan dapat dilakukan segera untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.

Selain itu,.masukan lain yang disampaikan pelaku terkait pengkajian mekanisme pengawasan dan perdagangan di BEI.

Dengan adanya diskusi antar pelaku pasar modal, jadi salah satu bukti soliditas dan sinergi merupakan hal yang penting untuk menciptakan pasar modal Indonesia yang berdaya saing dan menjadi tujuan investasi bagi investor domestik maupun internasional.

Diharapkan pula bisa memberikan kontribusi yang lebih signifikan ke depannya bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Adapun perkembangan pasar modal Indonesia menunjukkan tren positif yang signifikan.

Dari sisi perusahaan tercatat, terdapat penambahan delapan perusahaan baru yang melaksanakan IPO dan akhirnya tercatat di Bursa dengan total dana dihimpun sebesar Rp3,70 triliun.

BEI menargetkan total 407 efek baru dengan 66 pencatatan saham pada tahun 2025.

Jumlah investor berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 31 Januari 2025, telah mencapai 15.161.166 Single Investor Identification (SID).

Tercatat kenaikan jumlah investor menjadi 15,4 juta SID pada Februari 2025. BEI menargetkan pertumbuhan 2 juta investor baru pada tahun 2025.

Upaya ini akan didukung melalui 29 kantor perwakilan, lebih dari 927 Galeri Investasi (GI), dan lebih dari 240 ribu pengguna aplikasi IDX Mobile.

Sementara Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) sepanjang tahun 2024 mencapai Rp12,85 triliun per 27 Desember 2024. Pada 2025, BEI menargetkan RNTH mencapai Rp13,5 triliun.

 

 

Editor: Fatmi Rahim