Bisnis  

Pemula Wajib Mengenal Instrumen Investasi di Pasar Modal Indonesia

instrumen investasi
Ilusrasi investor pasar modal. (Foto: AI)
Panbil Mall
Ilustrasi investor saham. (Foto: Freepik)

Meski demikian, berinvestasi pada instrumen obligasi tetap memiliki risiko.

Pertama, risiko suku bunga, jika suku bunga naik, harga obligasi cenderung turun.

Kedua, risiko gagal bayar, jika penerbit obligasi mengalami kesulitan keuangan, pembayaran kupon dan pokok bisa terhambat.

Ketiga, risiko likuiditas, karena tidak semua obligasi mudah diperjualbelikan di pasar sekunder.

Instrumen berikutnya, yang lebih mudah untuk investor pemula adalah reksa dana. Reksa dana adalah produk investasi yang dikelola oleh manajer investasi.

Dana pembelian unit dari berbagai investor dikumpulkan dan diinvestasikan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang oleh manajer investasi yang menjadi pengelola reksa dana.

Keuntungan reksa dana dikelola profesional yaitu manajer investasi yang berpengalaman mengelola dana, sehingga cocok bagi pemula.

Secara otomatis dana investasi yang dikelola manajer investasi sudah terdiversifikasi, sehingga mengurangi risiko karena dana tersebar di berbagai instrumen.

Terpenting adalah aksesibilitas bagi masyarakat umum karena bisa mulai berinvestasi di pasar modal dengan modal kecil.

Adapun risiko reksa dana yang pertama memiliki risiko pasar. Nilai investasi dalam bentuk harga unit bisa naik atau turun tergantung kondisi pasar.

Kedua, ada biaya pengelolaan berupa biaya administrasi dan pengelolaan yang dapat mengurangi keuntungan.

Ketiga, ketergantungan pada manajer investasi, karena kinerja investasi bergantung pada keahlian manajer investasi yang dipilih oleh investor.

Selanjutnya, yang juga ada di pasar modal dan diperdagangkan di BEI adalah produk derivatif.