
Patrolmedia, Batam -:- Sampah di Batam menumpuk di berbagai titik, mulai dari pinggir jalan perumahan, jalan utama, hingga lahan kosong.
Sampah-sampah tersebut mengeluarkan aroma tak sedap hingga mencemari lingkungan.
Faktor utama penyebab sampah di Batam menumpuk, karena banyaknya armada pengangkut yang rusak sehingga tak bisa dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur.
Padahal, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam sudah dibekali 90 dump truk ditambah 50 unit arm roll. Sayangnya armada tersebut banyak yang rusak lantaran minimnya perawatan.
Sementara anggaran perawatan alat berat dan dump truk DLH setiap tahun lumayan besar.
Menurut petugas DLH yang namanya enggan ditulis menyebut, selain dump truk pengangkut sampah, alat berat di TPA Punggur juga mengalami kerusakan.
Ia mengatakan 2 buldozer dan 2 ekskavator untuk mengelola sampah malah tak bisa dioperasikan. Akibatnya, terjadi antrian panjang truk yang akan menurunkan muatan sampah.
“Belum bisa, tidak bisa digunakan,” kata petugas tersebut, Rabu (19/2/25).
Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Jelvin Tan menilai DLH Batam lamban mengatasi persoalan sampah yang belakangan ini menumpuk dibanyak titik mulai dari Lubuk Baja, Bengkong, Batam Centre, dan Tanjung Uma.
“Ini jadi keluhan masyarakat dan mencoreng estetika kota Batam. Akhir tahun (2024) saja, banyak sampah berserakan tak terangkut,” kata Jelvin.
Ia mendesak DLH serius dan profesional mengatasi persoalan tumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari tanpa solusi.






















