Hamas Serahkan Sandera 3 Pria, Israel Bebaskan 369 Tahanan Palestina

Israel menghukum seumur hidup terhadap Ahmed Barghouti atas tuduhan mengirim pelaku bom bunuh diri yang menewaskan banyak warga sipil Israel

Hamas Serahkan Sandera
Israel membebaskan 369 tahanan Palestina yang mereka penjarakan pada hari Sabtu. Tahap pertama yang dibebaskan menaiki bus menuju kota Ramallah di Tepi Barat. Foto: Tangkapan Layar Video AP/Nasser Nasser)

Hamas serahkan sandera Israel

Hamas Serahkan Sandera
1 dari 369 tahanan Palestina disambut kerumunan setrlah dibebaskan dari penjara Israel. Tahanan Palestina tiba di kota Ramallah, Tepi Barat, Sabtu, 15 Februari 2025. (Foto AP/Nasser Nasser)

Kantor Informasi Tahanan pihak Hamas mencatat, dari 369 tahanan Palestina yang dibebaskan, 36 orang diantaranya dicap Israel sebagai narapidana dan menjalani hukuman seumur hidup atas serangan mematikan.

Dari 36 orang itu, paling menonjol adalah Ahmed Barghouti (48), seorang pembantu dekat pemimpin militan Hamas dan tokoh politik ikonik Palestina Marwan Barghouti.

Israel menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Ahmed Barghouti atas tuduhan mengirim pelaku bom bunuh diri selama Intifada Kedua, atau pemberontakan Palestina awal tahun 2000-an.

Serangan itu menewaskan warga sipil Israel. Ahmed ditangkap bersama Marwan Barghouti pada 2002.

Gencatan senjata pada minggu ini terancam bubar gara-gara pernyataan kontroversi Presiden Trump yang meminta Israel memindahkan lebih dari 2 juta warga Palestina keluar Gaza.

Trump mengusulkan untuk menempatkan warga Gaza di tempat lain.

Merespon pernyataan tak bertanggungjawab Trump, Hamas melalui media sosial juga mengeluarkan pernyataan untuk menunda pembebasan sandera Israel.

Hamas menyebut Israel telah melanggar gencatan senjata dari kesepakatan yang dibuat sebelumnya.

Kendati sempat bersitegang, Hamas pada Kamis (13/2) kembali akan melanjutkan pembebasan lebih banyak sandera setelah di mediasi oleh Mesir dan Qatar.

Militan Hamas meyebut para mediator berjanji bisa meredam semua rintangan guna memastikan logistik lebih banyak masuk ke Gaza seperti tenda, kebutuhan medis, dan bahan pokok lainnya.

 

 

Editor: M. Ichsan