Emilia Contessa Punya Riwayat Penyakit Diabetes

Emilia Contessa
Emilia Contessa saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit atas penyakit diabetes yang ia derita . (Foto: instagram/ senator_emiliacontessa)
Emilia Contessa
Emilia Contessa saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit atas penyakit diabetes yang ia derita . (Foto: instagram/ senator_emiliacontessa)

Patrolmedia, Jakarta -:- Emilia Contessa dinyatakan meninggal dunia pada Senin (27/1) di RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Penyanyi top era 70-an itu berpulang di usianya yang ke 67 tahun.

Kepergian ibunda Denada Elizabeth Tambunan yang juga penyanyi itu, menggores duka mendalam di hati keluarga, para penggemar, terlebih bagi Risna Ories, manajernya.

Risna mengungkap Emilia punya riwayat penyakit diabetes sejak lama semasa hidupnya.

“Kalau ibunda Denada setahu aku dari dulu dia ada sakit gula diabetes, sama darah tinggi. Udah lama (sakitnya), beliau juga udah sempat berobat di Jakarta untuk obati luka di kaki,” ungkap Risna, Senin (27/1/25) dikutip dari Kapanlagi.

Melansir DetikJatim, Selasa (28/1/25), pelantun lagu Layu Sebelum Berkembang itu cukup lama menjalani perawatan penyakit diabetes yang di idapnya di RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Koordinator pelayanan publik RSUD Blambangan Ayyub Erdianto menyebut Emilia beberapa kali menjalani perawatan atas penyakit diabetes sebelum meninggal.

Ia mengungkap, Emilia didampingi suaminya masuk ke RSUD Blambangan pada Senin siang, sekitar pukul 17.00 WIB.

Ayyub menuturkan, Emilia mengeluhkan sesak napas dan langsung ditangani dokter spesialis jantung RSUD Blambangan.

“Dokter Nelly Mulyaningsih, dokter spesialis jantung kami menyatakan pasien mengalami gagal jantung dan diberikan obat-obatan emergency. Kondisi sempat membaik namun beberapa saat kemudian kembali memberat. Keluhannya sesaknya,” kata Ayyub kepada detikJatim, Senin (27/1/2025)

Setelahnya, Emillia dilarikan ke ruang perawatan Intensif Care Unit (ICU), namun saat pemindahan mengalami kondisi pemberatan hingga dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD).

“Takdir berkata lain beliau tidak bisa diselamatkan,” ucap Ayyub.

 

Editor: Fatmi Rahim