Hamas Bebaskan 4 Tentara Wanita Israel, 200 Tawanan Palestina Kembali ke Ramallah

Para tawanan Palestina berwajah pucat dan mengenakan pakaian penjara Israel berwarna abu-abu

Hamas Bebaskan Tawanan
200 Tawanan Palestina yang dibebaskan Israel digendong di pundak para pendukungnya saat kerumunan warga menyambut mereka di kota Ramallah, Tepi Barat, Sabtu, 25 Januari 2025. (Foto AP)

Hamas bebaskan tawanan

Para tawanan Palestina yang dibebaskan Israel, terlihat berwajah pucat pasi dan mengenakan pakaian lusuh penjara berwarna abu-abu. (Foto: AP)

Sebuah video yang dirilis sayap bersenjata Hamas menunjukkan para sandera mengucapkan terima kasih kepada militan dalam bahasa Arab atas perlakuan baik pejuang Palestina tersebut.

Juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagarimengkritik tindakan sinis Hamas. Ia juga mengatakan Israel prihatin dengan 2 sandera termuda, Kfir dan Ariel Bibas dan ibu mereka, Shiri.

Kfir Bibas merayakan ulang tahunnya yang kedua saat ditawan Januari ini.

Di antara tahanan Palestina yang dibebaskan adalah Mohammad Odeh, 52 tahun, dan Wael Qassim, 54 tahun, yang dituduh melakukan serangan Hamas terhadap warga Israel, termasuk pemboman di sebuah kafetaria di Universitas Ibrani Yerusalem pada 2002 yang menewaskan 9 orang, termasuk 5 warga negara AS.

“Saya khawatir saya tidak akan mengenalinya saat dia keluar atau dia tidak akan mengenali saya,” kata Rana Raef al-Farra di Gaza.

Rana mengatakan saat dirinya berusia 7 tahun, ayahnya dijatuhi hukuman selama 21 tahun.

Kepala Kelompok Advokasi Tahanan Palestina Abdullah al-Zaghar mengatakan 70 tahanan yang dibebaskan dideportasi ke Mesir, dengan Aljazair, Tunisia dan Turki menyatakan kesediaan untuk menerima mereka.

26 sandera lainnya akan dibebaskan dalam fase pertama gencatan senjata selama 6 minggu, bersama dengan ratusan tahanan Palestina lainnya. Pertukaran berikutnya akan dilakukan Sabtu depan.

Apa yang terjadi setelah tahap pertama tidak pasti, tetapi banyak yang berharap hal itu akan mengakhiri perang yang menyebabkan sebagian besar penduduk Gaza mengungsi dan mengakibatkan ratusan ribu orang berisiko kelaparan.

Seperti diketahui, serangan pada 7 Oktober itu menewaskan sebanyak 1.200 orang sebagian besar warga sipil dan menyandera sekitar 250 orang lainnya.

Lebih dari 100 orang dibebaskan dalam gencatan senjata selama seminggu pada bulan berikutnya.

Israel yakin sedikitnya sepertiga lebih dari 90 tawanan yang masih berada di Gaza telah tewas.

Pejabat Kesehatan Setempat mengatakan, perang tersebut menewaskan lebih dari 47 ribu warga Palestina.

Namun, pejabat tersebut tidak merinci berapa banyak militan yang tewas, tetapi sebagian besar adalah wanita dan anak-anak merupakan lebih dari separuh korban tewas.

 

 

Editor: Fatmi Rahim