Hamas bebaskan tawanan
Israel bersikeras minta Arbel Yehoud dibebaskan
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel tidak akan mengizinkan warga Palestina kembali ke Gaza utara sampai Yehoud, dibebaskan.
Hamas mengatakan pihaknya menganggap Israel bertanggung jawab atas penundaan dalam penerapan perjanjian dan dampaknya.
Seorang pejabat senior Hamas mengatakan kelompok itu memberi tahu para mediator, Yehoud akan dibebaskan pekan depan.
Seorang pejabat Mesir yang terlibat negosiasi menyebut itu hanya masalah kecil yang sedang diselesaikan para mediator.
Keduanya berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang membahas masalah itu secara terbuka.
Dewan Keamanan Nasional AS terus mendorong pembebasan Yehoud, kata seorang juru bicara.
Gencatan senjata dimulai akhir pekan lalu dan ditujukan untuk mengakhiri perang paling mematikan dan paling merusak yang pernah terjadi antara Israel dan Hamas.
Kesepakatan telah memungkinkan masuknya bantuan ke Gaza yang kondisi bangunan telah hancur.
Ketika gencatan senjata dimulai, 3 sandera dibebaskan dan ditukar dengan 90 tahanan Palestina, semuanya wanita dan anak-anak.
Keempat tentara Israel, Karina Ariev, 20, Daniella Gilboa, 20, Naama Levy, 20, dan Liri Albag, 19, dibawa dari pangkalan Nahal Oz dekat perbatasan dengan Gaza ketika militan Palestina menyerbunya, menewaskan lebih dari 60 tentara.
Keempatnya menjerit saat mereka bergegas memeluk orang-orang yang mereka kasihi. Ribuan orang menari dan merayakan saat para tentara tiba dengan helikopter di dekat rumah sakit Tel Aviv, yang menggambarkan mereka dalam kondisi stabil.
“Saya merinding menyaksikan mereka,” kata Aviv Bercovich di Hostages Square, Tel Aviv. “Saya hanya ingin perang segera berakhir.”
Prajurit wanita kelima di unit mereka, Agam Berger, 20 tahun, juga diculik. “Sekarang dia sendirian di sana,” kata teman keluarga Yoni Collins.
Warga Kota Gaza Radwan Abu Rawiya juga menyaksikan serah terima tersebut. “Ini luar biasa,” katanya. “Orang-orang melupakan perang, kehancuran, dan merayakannya.”






















