Botol Mikol Diusulkan Cantumkan Label Peringatan Kesehatan Seperti Rokok

Upaya pemberian label peringatan ditolak industri mikol.

Botol Mikol
Kemasan botol mikol
Botol Mikol
Ahli Bedah Umum AS, Vivek Murthy, mengusulkan setiap kemasan botol mikol diberi peringatan kesehatan, sama seperti pada kemasan kotak rokok. (Foto: AP) 

Patrolmedia.co.id, Washington – Botol mikol (minuman beralkohol) diusulkan mulai mencantumkan label peringatan kesehatan, sama seperti pada kemasan rokok.

Usulan itu mengingat mikol sebagai penyebab utama kanker, sebuah risiko yang harus diberi label dengan jelas pada kemasan minuman yang dikonsumsi orang Amerika Serikat (AS), seperti diusukan Ahli Bedah Umum AS Vivek Murthy.

Melansir AP, Sabtu (4/1/25), usulan Murthy ini seiring banyaknya penelitian dan bukti mengenai dampak buruk alkohol terhadap kesehatan manusia.

Sayangnya, usulan tersebut memerlukan banyak suara dari persetujuan Kongres AS.

Murthy menjelaskan, warga AS harus lebih mengetahui hubungan antara alkohol dan kanker,. Dengan mengurangi mengkonsumsi alkohol maka hampir 1 juta kasus kanker dapat dicegah di Amerika selama dekade terakhir.

Sekitar 20.000 orang meninggal setiap tahun akibat kasus kanker yang berhubungan dengan alkohol.

Botol bir, anggur, dan minuman keras sudah seharusnya mencantumkan label peringatan ibu hamil tidak boleh minum dan konsumsi alkohol mengganggu konsentrasi mengemudikan mobil.

Kalimat label yang diusulkan Murthy akan lebih jauh lagi, meningkatkan kesadaran tentang risiko kanker juga.

Mengonsumsi alkohol meningkatkan risiko terkena setidaknya 7 jenis penyakit kanker, termasuk kanker hati, payudara, dan tenggorokan, demikian temuan penelitian.

Penasihatnya juga mencatat, ketika konsumsi alkohol seseorang meningkat, risiko terkena penyakit tersebut juga meningkat.

“Bagi individu, sadarilah bahwa risiko kanker meningkat ketika Anda minum lebih banyak alkohol,” tulis Murthy pada hari Jumat di platform media sosial X.

“Saat Anda mempertimbangkan apakah atau seberapa banyak Anda minum alkohol, ingatlah bahwa lebih sedikit lebih baik dalam hal kanker. mempertaruhkan,” tulis dia lagi.

Bahkan dengan adanya nasihat dari Surgeon General dan penelitian baru yang menunjukkan bahaya minuman beralkohol, sayangnya kecil kemungkinan Kongres akan bertindak cepat untuk mengeluarkan peringatan baru dari Surgeon General mengenai produk alkohol.

Sudah hampir 4 dekade sejak Kongres menyetujui label peringatan pertama pemerintah mengenai alkohol yang menyatakan bahwa wanita hamil tidak boleh minum alkohol dan memperingatkan bahaya mengemudi sambil minum, tidak ada pembaruan yang dilakukan sejak saat itu.

Sebelumnya, Kongres menyetujui label pada rokok yang memperingatkan penggunanya bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan, sebuah langkah yang dianggap membantu Amerika mengurangi kebiasaan buruknya secara signifikan.

Upaya apa pun untuk menambahkan label peringatan kanker pada alkohol akan mendapat penolakan besar dari industri minuman yang memiliki dana besar dan kuat yang menghabiskan hampir $30 juta setiap tahun untuk melobi Kongres.

Beberapa minggu yang lalu, pemerintah federal menyetujui perubahan pedoman diet seputar alkohol.

Pedoman saat ini merekomendasikan perempuan untuk minum 1 gelas atau lebih sedikit per hari, sementara laki-laki hanya minum 2 gelas atau lebih sedikit per hari.

 

Editor: Fatmi Rahim