
Dengan adanya STS Crane, Rudi berharap proses bongkar muat barang dari kapal ke darat bisa lebih cepat.
Sebagaimana, keterangan dari pihak perusahaan, dalam 1 jam STS Crane dapat melakukan aktivitas bongkar muat sebanyak 35 kontainer.
“Berarti tidak sampai 2 menit per satu kontainer untuk bisa ke darat,” kata Rudi.
Sehingga, lanjutnya, dengan lalu lintas kontainer di Pelabuhan tersebimut yang mencapai 600 ribu lebih kontainer per tahun, maka untuk bongkar muat dinilai bisa lebih cepat.
“Artinya alat ini bisa menyelesaikan banyak masalah di sini. Tentu kalau ini berjalan baik tahun depan kita harapkan sudah menambah lagi,” katanya.
Begitu juga dengan area container yard yang saat ini sudah dibangun dengan target seluas 20 hektare.
Sehingga, Batam menjadi hub logistik akan semakin cepat tercapai. Dengan kata lain, Menurut Rudi, Batam saat ini sudah siap untuk menjadi tempat penitipan kontainer bagi siapapun.
“Sudah dititip boleh dibawa keluar tanpa proses lagi karena Batam adalah Free Trade Zone (FTZ) Daerah kawasan bebas yang barang apa saja boleh masuk,” kata Rudi.






















