Batam  

Dijanjikan Kerja di PT Sumitomo Batam, 7 Warga Tiban Diduga Ditipu Jutaan Rupiah

Sebanyak 7 warga Tiban Indah, Batam, menunjukkan bukti kwitansi pembayaran masing-masing Rp1.5 juta sebagai uang lamaran kerja yang diminta NP. (Foto: Patrolmedia.co.id)
Warga Tiban korban dugaan penipuan saat berfoto dengan NP (Baju Biru) saat dirinya menjanjikan masuk kerja di PT Sumitomo. (Foto: Eni Kusrini)

Ditunggu sampai 1 minggu, lanjut Eni, NP menjanjikan kembali bakal ada panggilan untuk cek mata (tes kesehatan mata), ternyata tidak.

“Nah, masih dalam minggu kedua, anak-anak kami disuruh NP ke Muka Kuning. Kata dia ada panggilan dari PT Sumitomo. Ketika anak-anak kami sudah sampai ke sana malah ga di samperin juga, malah di suruh pulang sama NP,” kata Eni menceritakan.

Eni dan kawan-kawan juga sudah berupaya berkali-kali menghubungi yang bersangkutan, namun hingga saat ini NP masih saja terus menjanjikan bakal menemui mereka.

“Setiap kali dihubungi, dia selalu saja bilang ya, nanti akan datang menemui kami, di PHP in terus, kita kesal, tidak ada itikad baiknya untuk menemui kami,” ungkap Eni.

Tak sampai disitu, Eni dan kawan-kawan pun mencoba mencari yang bersangkutan di kawasan Pemda 2, Batu aji, Batam, namun tak berhasil ditemui lantaran NP dikabarkan kerap berpindah-pindah.

“Kata beberapa kawan-kawan dia sering berpindah pindah tempat tinggal. Ada yang bilang dia pengurus di organisasi Perjamu, kita sudah cari juga sampai ke Bengkong ternyata infonya dia tinggal di Sagulung, ke kami NP juga ngaku sebagai Bendahara di salah satu partai di Batam,” sebut Eni.

Melihat sikap NP yang terkesan mengelak dan memberikan harapan palsu, Eni bersama kawan-kawan meminta agar yang bersangkutan (NP) segera dalam waktu dekat menemui mereka untuk mengembalikan uang yang sudah diambil tersebut.

“Kami minta uang kami kembali, tolong ibu NP temui kami, kita bicara baik-baik,” ucapnya.

Selain Eni, Aprianto (35) yang juga merasa ditipu mengatakan, jika tak kunjung menemui solusi, ia dan 6 warga Tiban lainnya sepakat bakal melaporkan NP ke Polresta Barelang atas dugaan penipuan.

“Kami ini semua merasa ditipu, ya apa boleh buat kalau dia terus mengelak begini kami mau laporkan saja dia ke polisi,” sebut Aprianto.

Sementara, Patrolmedia mencoba menghubungi yang bersangkutan, namun NP belum mengangkat ponselnya. (EN)